Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Lecehkan Murid Laki-laki, Oknum Guru Gay di Sumbar Ditangkap Polisi

Lecehkan Murid Laki-laki, Oknum Guru Gay di Sumbar Ditangkap Polisi
Oknum Guru Gay di Sumbar Ditangkap Polisi. (FOTO: Istimewa)
Senin, 14 Juni 2021 18:53 WIB
PADANG - Polisi menangkap seorang guru SMP Islam terpadu di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar). Guru yang sekaligus juga Ketua Yayasan sekolah tersebut ditangkap karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap murid laki-laki.

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Ferly P Marasin menyebutkan guru yang ditangkap tersebut berinisial MS alias Ustaz S (33). Dia diduga adalah penyuka sesama jenis atau gay karena melecehkan murid laki-laki berusia 14 tahun. "Iya. Kita dapat laporan dari korban. Tersangka juga sudah kita amankan," kata Ferly saat dimintai konfirmasi, Senin (14/6/2021).

Dia mengatakan korban membuat laporan pada 25 Mei 2021. Penangkapan dilakukan pada Kamis (10/6). "Kita terima laporan pada 25 Mei. Lalu tersangka kita tangkap 10 Juni dan ditahan pada 11 Juni beserta barang bukti," ujar Ferly.

Pelecehan diduga telah terjadi beberapa kali. Dalam laporan korban kepada polisi, ada tiga kali peristiwa bejat yang dialami korban pada 26 Desember 2020, 6 Januari dan 21 Januari 2021.

Peristiwa diduga terjadi di sekolah SMP Islam terpadu di Padang Panjang. Sebelum melakukan pelecehan, tersangka yang diduga gay sempat meminta korban mengirimkan video rekaman alat kelamin tapi ditolak korban.

Setelah itu, korban diduga diminta datang ke asrama dan terjadi pelecehan. Polisi menjerat tersangka dengan sejumlah pasal terkait perlindungan anak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Beladiri, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww