Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Voli

Tantangan Moeldoko jika Jabat Menteri ATR/BPN

Tantangan Moeldoko jika Jabat Menteri ATR/BPN
Demo tuntut berantas mafia tanah di Tangerang, Banten. (foto: dok. ist. via kabar6)
Jum'at, 18 Juni 2021 12:32 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus menegaskan, reshuffle kabinet merupakan hak preogratif Presiden Jokowi, termasuk ketika menggeser Moeldoko ke Kementerian ATR/BPN.

"Presiden lah yang lebih memahami dan mengerti seseorang itu tepatnya mau ditempatkan dimana. Reshuffle pasti sudah melalui kajian-kajian. Jadi, kita serahkan sepenuhnya kepada presiden," kata Guspardi kepada GoNEWS.co, Jumat (18/6/2021).

"Siapapun yang ditaruh (ditempatkan, red) tidak jadi persoalan," imbuh politisi PAN yang akrab disapa GG itu, menegaskan.

Menurut GG, jika benar nantinya Moeldoko menjabat Menteri ATR/BPN maka pekerjaan rumah ATR/BPN selama ini menjadi tantangan baru bagi Moeldoko. "Kinerja Pak Moel harus melebihi kinerja Pak Sofyan yang sudah baik,".

Adapun PR besar di ATR/BPN saat ini menurut Guspardi, adalah persoalan mafia tanah. "Ini persoalan pelik. Bahkan presiden sudah perintahkan Kapolri untuk menindak tegas mafia-mafia tanah di Indonesia,".

"Kita berharap penyelesaian soal mafia tanah dan tanah terlantar jadi makin terang benderang, cepat dan tuntas. Ini sebuah tantangan baru untuk Pak Moel bisa berbuat," kata Guspardi.

Sebelumnya diberitakan, Kepala KSP (Kantor Staf Presiden) RI, Moeldoko, disebut-sebut masuk jaring reshuffle kabinet Jokowi beberapa waktu mendatang.

Sosok purnawirawan TNI ini yang sempat didapuk sebagai Ketum Partai Demokrat versi KLB Sumut itu, dikabarkan akan digeser presiden ke Kementerian ATR/BPN (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional).

"KSP Moeldoko berpeluang menggantikan Sofyan Jalil sebagai menteri ATR," kata Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando kepada GenPI.co, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Jumat (18/6/2021).

Lansiran itu menyebut, reshuffle Moeldoko ke ATR/BPN sebagai sebuah kejutan sebelum upacara 17 Agustus 2021.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Metropolitan, Voli
wwwwww