Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  SEA Games

Puncak Pandemi Bulan Depan, Epidemiolog Minta Fasilitas Kesehatan Diperkuat

Puncak Pandemi Bulan Depan, Epidemiolog Minta Fasilitas Kesehatan Diperkuat
Ilustrasi Nakes Covid. (Foto: Istimewa)
Minggu, 20 Juni 2021 15:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia, Dicky Budiman memprediksi, puncak gelombang pertama dari pandemi Covid-19 terjadi pada akhir Juni dan awal Juli 2021 ini. Oleh karena itu, dia meminta harus ada peningkatan di berbagai sektor fasilitas kesehatan.

"Ledakan besar kasus ini terjadi pada akhir Juni dan awal Juli, apalagi dengan kontribusi dari varian alfa dan delta yang baru," ujarnya, Minggu (20/6/2021).

Apalagi, kata dia, saat ini di sejumlah fasilitas kesehatan jumlah kasus rujukan dan rawatannya meningkat itu menandakan pada situasi puncak pandemi dari gelombang pertama. Itu terjadi karena akumulasi wabah tersebut selama setahun lamanya.

Dia melanjutkan, selain itu adanya temuan baru virus varian delta dan alfa yang semakin membuat Indonesia semakin berada pada situasi serius dan berpotensi menghadapi ledakan kasus, utamanya di fasilitas kesehatan akan terus meningkat. Maka itu, perlu adanya peningkatan testing dan tracing pada masyarakat.

"Maka itu, selalu siap opsi darurat, penguatan sistem SDM, baik dari fasilitas, obat, alat kesehatan, ruang isolasi, ventilator, dan juga oksigen harus disiapkan termasuk sistem rujukan kesehatan. Ini semua harus ditingkatkan di semua pemerintahan daerah, khususnya Jawa-Bali,"tutup Dicky.

wwwwww