Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Olympic

Dimakamkan dengan Protokol Covid-19, Tangis Anak Jane Salimar Pecah Saat Jenazah Menyatu dengan Tanah

Dimakamkan dengan Protokol Covid-19, Tangis Anak Jane Salimar Pecah Saat Jenazah Menyatu dengan Tanah
Pemakaman Jane Salimar dilakukan dengan Protokol kesehatan covid. (Foto: Kapanlagi.com)
Minggu, 04 Juli 2021 16:23 WIB
JAKARTA - Artis yang juga seorang politisi Jane Shalimar tutup usia pada Minggu (4/7) sekitar pukul 04.20 WIB. Jenazahnya langsung dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Almarhumah dimakamkan di pusara yang sama dengan ayahnya, Dicky Sadikin. Pemakaman dilakukan secara protokol kesehatan Covid-19.

Sang anak, Muhammad Zarno awalnya terlihat cukup tegar. Ia juga mengikuti salat jenazah sebelum pemakaman dilakukan.

Tangis Zarno pecah saat jenazah menyatu dengan tanah. Ia harus merelakan kepergian ibunda tercinta untuk selamanya. Air mata pun tak bisa dibendung oleh putra semata wayang Almarhumah tersebut. Zarno berusaha tegar dengan menyeka air matanya.

Di mata para sahabat, Jane Shalimar memberikan kesan yang begitu mendalam. Sahabatnya, sesama kader Partai Demokrat, Elisye Olive mengungkapkan kenangan bersama Jane semasa hidupnya. Paling berkesan adalah ketika mereka berjuang bersama-sama maju dalam pencalegan.

"Kenangan paling melekat saat akan sama-sama nyaleg di dapil yang sama" kata Olive, Minggu (4/7).

"Terus dia bilang 'kalau aku menang dan suaraku banyak kamu langsung jadi sekpri aku sambil ketawa-ketawa' saat itu," tambahnya.

Di mata Olive, Jane selalu ringan tangan. Jane juga selalu tak bisa melihat orang lain susah. "Dia (Jane) semangat dan pantang menyerah," katanya.

Saking akrabnya, selama 10 tahun bersahabat dengan Jane, Olive mengaku tak pernah konflik atau berselisih paham. Sosok sahabat yang paling pengertian bagi Olive.

"Intinya Jane di mata aku sahabat paling baik dan selalu pengertian, kita bersahabat 10 tahun tidak pernah cekcok," kata Olive.

Jane Shalimar binti Dicky Sadikin meninggal pada usia 41 tahun, pada hari Sabtu, 4 Juli 2021 pukul 04.20 WIB. Para sahabat mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Rencana akan dikebumikan pada hari yang sama di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan dan akan menggunakan protokol Covid-19. Jane Shalimar dinyatakan positif Covid-19 sejak 24 Juni lalu. Dan kondisinya sempat kritis beberapa hari ini dengan saturasi oksigen yang rendah.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, SEA Games, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww