Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
24 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  PON

Ratusan Ulama NU Wafat, Gus Imin Imbau Jaga Kyai dengan Adaptasi 'New Normal'

Ratusan Ulama NU Wafat, Gus Imin Imbau Jaga Kyai dengan Adaptasi New Normal
Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Gus Imin) yang juga Wakil Ketua DPR RI saat ini. (foto: dok. ist.)
Selasa, 13 Juli 2021 23:10 WIB
JAKARTA - Tim Panser Nahdlatul Ulama mencatat, sebanyak 644 orang ulama atau kiai NU wafat sejak awal pandemi hingga Sabtu (10/7/2021). Jumlah tersebut masih terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

"Baru-baru ini kita banyak kehilangan kiai dan ulama kita. Almagfurlah Kiai Zainuddin Djazuli, almagfurllah Kiai Fuad, Kiai Nawawi Sidogiri, dan para kiai-kiai lainnya yang semua itu adalah motivator, energi, dan sekaligus pengarah perjuangan kita di PKB," kata Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Gus Imin) dalam rilis yang diterima GoNEWS.co, Selasa (13/7/2021).

Ungkapan kesedihan tersebut juga disampaikan Gus Imin dalam acara Tahlil Akbar dan doa bersama yang dikhususkan untuk Almarhum KH. Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri secara virtual melalui aplikasi Zoom, Senin malam, kemarin.

"Mari kita doakan beliau-beliau semua semoga diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT," ujar Gus Imin.

Gus Imin mengajak seluruh kader PKB di Tanah Air untuk bersama-sama menjaga para kiai, terutama mereka yang sudah sepuh agar selamat dari pandemi ini. "Kepada teman-teman DPC, DPW, anggota DPR, Bupati, Gubernur, Wakil Gubernur, semuanya, tolong dijaga kiai masing-masing,".

"Jangan sampai berakibat terlambat darurat mengantisipasi. Contoh misalnya di Bekasi kemarin ada yang akhirnya terlambat dalam penanganann yang padahal sebetulnya bisa ditangani," tuturnya.

Di tengah masa pandemi yang menuntut perubahan kultur, Gus Imin mengimbau seluruh masyarakat agar kepada para kiai yang sudah sepuh, "tidak usah dicium tangannya dulu,".

"Salaman di dada saja supaya beliau-beliau kita jaga. Kita cinta beliau, ingin cium beliau, ingin bersalaman dengan beliau, tetapi untuk sementara waktu sebelum pandemi ini berakhir, kita ubah tradisi untuk mengantisipasi," kata Gus Imin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Nasional, PON, DKI Jakarta
wwwwww