Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
19 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kalau Cuma Bahas Prokes, PDIP: Tidak Penting Lagi Menteri Gelar Konferensi Pers

Kalau Cuma Bahas Prokes, PDIP: Tidak Penting Lagi Menteri Gelar Konferensi Pers
Politisi senior PDIP Effendi M.S. Simbolon. (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 16 Juli 2021 07:00 WIB

JAKARTA - Masyarakat lebih menantikan kerja nyata penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19) daripada sekadar pernyataan retorik pejabat negara.

Politisi senior PDIP Effendi M.S. Simbolon tegas mengatakan konferensi pers menteri dan pejabat pemerintahan tidak lagi penting. "Tidak usah konferensi pers lah atau virtual zoom atau apalah," kata Effendi, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, semua menteri belakangan hanya pandai berteori dan memberikan imbauan pada masyarakat. "Semuanya berteori saja 3M atau 5M, menteri apa saja ngomongnya sama kok jaga prokes atau apalah, nggak penting begitu lagi," ketusnya.

Lebih baik, kata dia, menteri dan pejabat pemerintah fokus membangun harapan masyarakat bahwa pemerintah bisa mengatasi pandemi.

Soal hasilnya, lanjut anggota DPR RI ini, biarkan rakyat yang menyaksikan tanpa perlu ada konferensi pers dari seorang pejabat. "Saya sangat berharap pemimpin kita juga membawa hope, membawa harapan yang penuh dengan optimisme," pungkasnya.

Ddata Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per Kamis (14/7), tambahan kasus positif hari ini naik hingga 56.757 orang. Angka tersebut lebih tinggi dari rekor terakhir yang tercatat Rabu kemarin (14/7) yang sebanyak 54.517 orang.

Pada bulan Juli ini sudah ada 11 kali pencatatan rekor kasus positif harian. Akibat tambahan kasus terakhir hari ini, total kasus positif di Indonesia sudah mencapai 2.726.803 orang.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww