Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Olympic

Ratusan Pemuda Diringkus Polisi Usai Rusuh Menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan

Ratusan Pemuda Diringkus Polisi Usai Rusuh Menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan
Unjuk rasa warga menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan, Jawa Timur, berakhir ricuh. Pos polisi dirusak dan ratusan orang diamankan Polres Pasuruan Kota. (Foto/iNews)
Jum'at, 16 Juli 2021 06:30 WIB

PASURUAN - Perusakan pos polisi terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur, saat ratusan pemuda menggelar aksi demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Rabu (15/7/2021).

Ratusan pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, hingga Probolinggo, menggelar aksi demonstrasi menolak PPKM Darurat di Kantor Pemkot Pasuruan. Mereka menilai PPKM Darurat merugikan masyarakat.

Saat melakukan aksi demonstrasi, tiba-tiba para pemuda yang membawa keranda mayat tersebut langsung bertindak brutal dan melakukan aksi pelemparan hingga merusak pos polisi. Petugas kepolisian yang berjaga, juga tak luput dari serangan demonstran.

Tidakan tegas langsung diambil petugas dari Polres Pasuruan Kota. Para peserta aksi yang bertindak brutal langsung ditindak tegas, mereka ditangkap dan digiring ke Polres Pasuruan Kota.

Kapolres pasuruan Kota, AKBP Arman mengaku sangat menyesalkan adanya tindakan brutal dari peserta aksi di tengah pandemi COVID-19. "Kami menyesalkan tindakan brutal yang mereka lakukan, hingga membuat gaduh di masyarakat," tuturnya.

Hingga saat ini Arman mengaku masih memeriksa para peserta aksi demonstrasi yang bertindak brutal masih menjalani pemeriksaan. Polisi juga masih memburu otak pelaku dari aksi brutal tersebut, serta pelaku penyebar pamflet aksi penolakan PPKM Darurat yang beredar di media sosial.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Timur, Voli, Olympic
wwwwww