Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
23 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Jabatan Dubes tak Jadikan Rosan P Roeslani Melupakan Olahraga

Jabatan Dubes tak Jadikan Rosan P Roeslani Melupakan Olahraga
Rosan P Roeslani.
Rabu, 04 Agustus 2021 00:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - "Berbakti dengan Sukarela Hati Untuk Tanah Airku." Kalimat itu tertulis di kaos berwarna hitam yang digunakan Rosan P Roeslani dalam personal profile (PP) WhatsApp miliknya. Dan, PP itu dari sejak keberangkatan tidak berubah hingga seluruh Pasukan Merah Putih telah menyelesaikan pertempuran di Olimpiade 2020 Tokyo dan kembali ke Tanah Air, Rabu, 4 Agustus 2020.

Ya, tulisan itu sebagai pertanda totalitas Rosan P Roeslani dalam memimpin Kontingen Indonesia yang memiliki misi menaikkan peringkat di ajang Olimpiade 2020 Tokyo. Meninggalkan kebersamaan dengan keluarga dan juga melupakan bisnisnya untuk sementara waktu. 

Pria Kelahiran Jakarta, 1 Desember 1968 ini mengaku sempat merasakan beban berat memimpin Kontingen Indonesia yang bertarung pada ajang pesta akbar olahraga dunia tersebut. Apalagi, dia menyaksikan sendiri bagaimana pasukan bulutangkis Indonesia berguguran. Dari mulai tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, lalu Kevin/Markus yang menjadi unggulan pertama dan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan. Terakhir, tunggal putra Antony Sinisuka Ginting yang terganjal di semifinal. 

Yang tersisa hanya pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu di final. Itupun mereka akan berhadapan dengan unggulan kedua dunia dari China,  Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. 

"Ada kekhawatiran begitu melihat hanya  Greysia/Apriyani yang tersisa di final. Saat itu, ada perasaan yang benar-benar mengganjal di hati karena belum mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Indonesia. Makanya, saya terus berdoa agar Greysia/Apriyani bisa tampil maksimal untuk meraih tempat terbaik. Karena, Greysia/Apriyani menjadi satu-satunya  tumpuan harapan untuk menyumbangkan medali emas sekaligus mengulang prestasi pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro,"  kata Rosan P Roeslani yang saat itu menjadi Ketua Umum PB PABBSI dimana Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan menyumbangkan medali perak. 

Ternyata keikhlasan dan doa yang dipanjatkan Rosan P Roeslani terkabul. Di final, Greysia/Apriyani sukses merebut medali emas dengan mengalahkan pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dengan skor 21-19 dan 21-15 dalam laga final yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Senin (2/8/2021).

"Saya langsung menitikan air mata karena senang, terharu, bangga. Dan, air mata saya tambah keluar tatkala mendengar lagu Indonesia Raya dan bendera Merah Putih dikibarkan. Apalagi, medali emas ini menjadi kado istimewa Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76," ungkapnya. 

"Ya, ini pengalaman saya pertama kali bertugas sebagai CdM. Semua pengalaman akan saya ambil hikmah positive. Dan, tentunya saya merasa bahagia bisa lebih dekat mengenal atlet-atlet termasuk official," tambahnya. 

Usai melaksanakan tugas sebagai CdM, Rosan P Roeslani kembali mendapatkan tugas dari negara sebagai Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Amerika Serikat. Namun, dia mengaku tidak akan meninggalkan dunia olahraga. 

GoNews.co Rosan P Roeslani.
Rosan P Roeslani.

"Saya akan terus mengabdi dan membantu membangun prestasi olahraga Indonesia ke depan. Saat menjalankan tugas sebagai Dubes nanti, saya akan mencoba menjajaki kerjasama dengan Sport Science AS sehingga prestasi olahraga angkat besi Indonesia bisa lebih baik lagi ke depan. Dan, saya yakin program pembinaan atlet yang ditunjang sport science bisa mencetak atlet angkat besi yang mampu meraih prestasi di Olimpiade 2024 Paris nanti," tutupnya. 

Di Olimpiade 2020 Tokyo, Kontingen Indonesia yang mengoleksi 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu menempati peringkat 39 dunia. Satu-satunya medali perak disumbangkan Eko Yuki Irawan. Sedangkan 3 perunggu disumbangkan lifter junior Windy Cantika Aisah dan Rahmat Erwin Abdullah serta pebulutangkis Anthony Sinisuka Ginting.  

Dengan hasil ini, Kontingen Indonesia telah sukses memenuhi target menaikkan peringkat yang dibebankan pemerintah dimana sebelumnya Indonesia menempati peringkat ke-46 pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dengan mengoleksi 1 emas dan 2 perak. ***

wwwwww