Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
18 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
20 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
16 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tak Akan Mundur, PDIP Tetap Ajukan Interpelasi ke Anies

Tak Akan Mundur, PDIP Tetap Ajukan Interpelasi ke Anies
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (foto: Istimewa)
Senin, 30 Agustus 2021 16:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menegaskan tetap akan mengajukan interpelasi ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait wacana Formula E yang sudah dipastikan akan tetap digelar pada Juni 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menanggapi tujuh fraksi yang dikabarkan telah merapat ke Anies usai jamuan makan malam di rumah Gubernur Kamis (26/8) lalu. "Kalau suruh mundur menggunakan hak interpelasi, ya nanti dulu lah kalau itu. Nggak mungkin itu kami akan mundur," kata Gembong kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Dia mengatakan partainya akan terus mencoba melobi sejumlah fraksi lain yang kini santer dikabarkan telah mendukung Anies soal gelaran Formula E di DKI Jakarta usai jamuan makan malam.

Gembong menilai, usaha Anies dengan mengundang tujuh fraksi makan malam di rumah dinasnya adalah pertanda kepanikan. Terlebih, ia mengaku juga telah dilobi oleh pejabat tinggi Pemprov DKI agar hak interpelasi tak dilanjutkan.

Gembong turut menanggapi pernyataan anggota fraksi Gerindra, Syarif yang menyebut jamuan makan malam atas usul fraksi. Dia menilai pernyataan Syarif tak masuk akal, sebab partainya tak diundang dalam pertemuan tersebut. "Kalau toh itu inisiatif dari anggota DPRD kok genit amat anggota DPRD, minta-minta diundang. Kalau tidak panik ngapain kami tidak diundang. Kan begitu," kata dia.

Gembong mengatakan hak interpelasi yang diajukan PDIP kepada Anies murni untuk meminta pertanggungjawaban Pemprov DKI Jakarta terkait gelaran Formula E. Ia mempertanyakan alasan Pemprov yang keukeuh untuk tetap menggelar acara tersebut di tengah pandemi Covid-19.

Padahal, dalam sejumlah pernyataannya, Gembong menilai Anies tengah fokus menangani pandemi. Namun, hal itu tampak bertolak belakang dengan rencana gelaran Formula E. "Kita tidak galau dengan interplasi. Tetapi faktanya bertolak belakang dengan apa yang beliau sampaikan," kata Gembong.

"Pertama, ketika fokus bicara civid, kenapa sih kalau fokus menghamburkan uang yang begitu besar, triliunan rupiah untuk menggelar Formula E. Kedua, kalau dia fokus dan dia tidak galau dengan interplasi ngapain mesti ngumpul-ngumpulin," tandasnya.

Sejauh ini baru PSI dan PDIP yang telah mengajukan hak interpelasi kepada Anies terkait Formula E. Kedua partai itu total mengumpulkan 33 suara anggota DPRD dan telah memenuhi syarat pengajuan.

Pengajuan interpelasi tersebut, berdasarkan temuan BPK, yang menunjukkan, gelaran balap mobil listrik itu membebani APBD. Sementara di sisi lain, anggaran daerah tengah defisit.***

wwwwww