Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Saat Launching Desa Emas di Lampung, LaNyalla Tegaskan Pentingnya Membangun Desa

Saat Launching Desa Emas di Lampung, LaNyalla Tegaskan Pentingnya Membangun Desa
Ketua DPD saat menghadiri Launching Pogram Desa Emas Bersama Satmakura di MS Town Beach, Pantai Mutun Kabupaten Pesawaran, Lampung, Sabtu (4/9/2021).
Sabtu, 04 September 2021 15:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

LAMPUNG - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan pentingnya membangun desa untuk mendorong pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Terutama, dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh LaNyalla saat menghadiri penandatanganan MoU dan launching Pogram Desa Emas Bersama Satmakura di MS Town Beach, Pantai Mutun Kabupaten Pesawaran, Lampung, Sabtu (4/9/2021).

"Sebagai representasi daerah, DPD RI berkomitmen mendukung berbagai program yang menyangkut pembangunan dan pemberdayaan kawasan pedesaan. Karena tujuannya adalah menyejahterakan masyarakat yang ada. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini dibutuhkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dimulai dari tingkatan desa sebagai manifesto fundamental dan satuan pemerintahan terkecil dalam lingkup NKRI," kata LaNyalla.

Lahirnya UU No 6 tahun 2014 tentang Desa, menurut LaNyalla, memberikan sebuah perspektif dan konsep baru dalam pembangunan desa. Desa kini bukan lagi objek pembangunan dimana hidupnya tergantung dari stimulus pusat. Desa telah bertransformasi sebagai subjek pembangunan.

"Desa kita sekarang sudah menjadi unit pemerintahan yang menggerakkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat, peran tersebut dikenal dengan istilah membangun desa dan desa membangun," ujar LaNyalla.

Ditambahkan oleh LaNyalla, Indonesia memiliki luas wilayah dengan geografis dan penduduk yang banyak seperti Tiongkok. Namun Tiongkok saat ini lebih baik dalam segala bidang. Makanya Indonesia perlu belajar dengan cara Tiongkok memajukan bangsanya.

"Indonesia perlu strategi dan pendekatan baru untuk kesejahteraan rakyat seperti yang dilakukan Tiongkok. Salah satu strateginya adalah menciptakan lapangan kerja secara masif yaitu mulai dengan membangun desa lewat pertanian. Karena sektor pertanian tidak membutuhkan syarat SDM dan skill yang harus tinggi," ujar LaNyalla.

Terkait Program Desa Emas, LaNyalla menyampaikan perlunya mengedepankan semangat untuk menjadikan peradaban desa yang tangguh, mandiri, bermartabat dan sejahtera. Sekaligus membawa dampak terhadap strategi pembangunan bangsa dengan berlandaskan bina karakter, bina persaudaraan, bina sinergi, bina dana, bina pasar serta produk unggulan.

"Konsep gerakan Desa Emas sudah dikembangkan di berbagai desa di tanah air, yaitu beberapa potensi desa dapat dioptimalkan dengan pendirian berbagai bidang usaha," lanjutnya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mencontohkan Desa Eretan Kulon, Indramayu, yang berhasil menggali potensinya. Desa Eretan Kulon telah menghasilkan omset 1 miliar per hari dari 7 (tujuh) unit usaha yang ada.

"Mereka menghimpun kekuatan desa melalui program patriot desa yang melakukan aktifitas potensial seperti pelatihan dan pembekalan skill warga desa untuk mewujudkan desa berdikari," paparnya.***

wwwwww