Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Kemenkes Tutup Data Presiden dan Pejabat Lainnya di PeduliLindungi

Kemenkes Tutup Data Presiden dan Pejabat Lainnya di PeduliLindungi
Aplikasi PeduliLindungi di google playstore. (gambar: tangkapan layar)
Minggu, 05 September 2021 07:53 WIB
JAKARTA - Kemenkes memutuskan menutup data Jokowi dan para pejabat lainnya di aplikasi PeduliLindungi menyusul tersebarnya sertifikat vaksinasi Covid-19 Presiden Joko Widodo.

Lansiran Tempo yang dikutip GoNEWS.co, Minggu (5/9/2021) menyebut, data para pejabat tersebut ditutup karena NIK mereka juga sudah tersebar.

"Pemerintah senantiasa menjamin keamanan data pribadi seluruh masyarakat Indonesia sesuai undang-undang yang berlaku tidak terkecuali," kata Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi.

Nadia memastikan, pemerintah juga menjaga nata seluruh masyarakat pengguna aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi PeduliLindungi telah melewati proses IT security assessment yang ketat oleh BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara).

Sebelumnya, sertifikat vaksinasi atas nama Presiden Jokowi beredar luas di Twitter. Setelah dilakukan penelusuran, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut pelaku penyebar mengakses sertifikat tersebut lewat aplikasi PeduliLindungi dengan menggunakan data pribadi Jokowi seperti nomor induk kependudukan (NIK) dan lain-lain yang terdapat di situs KPU. Adapun data NIK Jokowi tersebut didapat pelaku dari data yang dipublikasikan KPU sebagai syarat calon presiden pada Pemilu 2019 lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Tempo
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww