Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
20 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Dideklarasikan di Bandung, Serikat Rakyat Gotong Royong Libatkan Berbagai Elemen

Dideklarasikan di Bandung, Serikat Rakyat Gotong Royong Libatkan Berbagai Elemen
Deklarasi Serikat Rakyat Gotong Royong di Bandung. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 24 September 2021 09:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Serikat Rakyat Gotong Royong (SRGR) akan dideklarasikan di Bumi Sangkuriang, Kiputih, Kota Bangdung, Jawa Barat pada hari ini, Jumat (24/9/2021). SRGR akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, hobi, suku, ras agama dan keragaman lainnya untuk bersama-sama berbuat yang terbaik untuk bangsa.

"Kita harus memiliki visi kegotongroyongan. Artinya lintas agama, etnis, suku, hobi, gender dan umur tanpa ada sekat. Gotong royong itu semangatnya universal. Prinsipnya dalam organisasi ini setara, bebas, kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan. Itu yang menjadi prinsip utama dari Serikat Rakyat Gotong Royong," ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang juga inisiator SRGR, menjelang deklarasi hari ini.

Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid mengatakan, saat ini masyarakat dilanda berbagai persoalan. Tidak hanya masalah kesehatan akibat pandemi Covid-19, namun juga persoalan ekonomi, ketidakadilan, sulitnya akses pendidikan, dan berbagai persoalan hidup lainnya. Untuk itu, dibutuhkan sebuah gerakan yang bisa menggalang kebersamaan untuk melakukan hal-hal positif yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Di tengah berbagai kesulitan dan persoalan hidup, hal yang paling diperlukan adalah kesatupaduan. Tidak ada yang lain. Kita perlu meningkatkan, menguatkan barisan untuk menghadapi kondisi yang tidak cukup baik ini. Dan kuncinya adalah gotong royong untuk saling menguatkan," tuturnya.

Dikatakan Gus Jazil, gotong royong dalam konteks hari ini disebut kolaborasi atau kerjasama. Sebab, hari ini tidak ada kekuatan yang dominan sendiri. Kekuatan itu justru muncul melalui kolaborasi. Nantinya, SRGR akan buat berbagai kegiatan yang sifatnya lebih ke masyarakat bawah. Misalnya melakukan aksi bakti sosial, pendampingan hukum, dan berbagai kegiatan lain yang bermanfaat untuk kepentingan rakyat.

Joe, personel Project-P, mengapresiasi gagasan lahirnya SRGR. "Di saat-saat kita lagi bingung, di tengah kondisi yang serba sulit saat ini, pandemi bukan hanya soal ekonomi, tapi juga ide dan kreativitas itu terhenti. Dan di saat seperti ini justru muncul gagasan sebuah kerja sosial yang luar biasa makanya saya terpanggil untuk terlibat. Karena itu, saya akan hadir dan inginnya saya bisa mendukung," ungkapnya.

Rere, seorang entrepreneur yang juga selebgram menuturkan bahwa gotong royong ini adalah kata atau slogan yang sudah lama tidak terdengar. "Ini luar biasa karena ini kembali kita gelorakan lagi, digalakkan lagi, dan gotong royong itu cuma ada di Indonesia. Di luar negeri kebanyakan kan hidup sendiri-sendiri, di Indonesia sudah menjadi kebiasan kita saling membantu, saling bergotong royong," tuturnya.

Bang Pacun dari Gus Durian Jawa Barat-Banten, mengatakan bahwa SRGR merupakan wadah bagi siapapun lintas agama, suku, profesi karena semangat gotong royong adalah implementasi dari semangat Pancasila, Bhineka Tunggal Eka, NKRI, dan UUD 1945. "Semangat bergotong royong, mari bergotong royong menyongsong Indonesia yang lebih tangguh," katanya.***

wwwwww