Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Buya Syafii Tak Setuju Wacana Perpanjangan Jabatan Presiden

Buya Syafii Tak Setuju Wacana Perpanjangan Jabatan Presiden
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii saat menerima Presiden Jokowi di Kediamannya beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 01 Oktober 2021 19:46 WIB

JAKARTA - Wacana perpanjangan masa jabatan presiden maupun tiga periode masih jadi bahasan publik. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menolak keras wacana itu. Isu perpanjangan masa jabatan ini mencuat seiring dengan rencana amandemen UU 45.

"Saya tidak setuju lah itu. Jangan diteruskan lah itu, ndaklah," tegas Buya saat ditemui wartawan di kediamannya, Nogotirto, Gamping, Sleman, Jumat (1/10/2021).

Menurut Buya Syafii, jabatan presiden cukup 2 periode saja. Setelah itu, masyarakat bisa mencari sosok pemimpin selanjutnya yang lebih baik.

"(Periode jabatan presiden) cukup dua kali saja. Kita cari lagi mudah-mudahan ada yang lebih baik atau paling tidak setaraf lah," katanya.

Sebelumnya, Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, kembali menegaskan sikap Jokowi soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode yang mencuat seiring rencana amandemen UUD 1945. Dia menyebut Jokowi menolak keduanya.

"Yang beliau sampaikan, yang pertama soal amandemen adalah urusan MPR. Agenda amandemen urusan MPR, sikap politik menolak perpanjangan maupun tiga periode," kata Fadjroel dalam diskusi virtual bertajuk 'Amandemen UUD 1945 untuk Apa?' Sabtu (11/9).

Fadjroel kemudian ditanya soal bagaimana sikap Jokowi jika partai politik setuju dengan wacana penambahan masa jabatan Presiden. Apa kata Fadjroel? "Beliau tidak pernah memberikan pernyataan juga terhadap pertanyaan itu, yang tegas sikap politik beliau ya," kata Fadjroel.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww