Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Said Aqil dan Yahya Staquf Jadi Kandidat Kuat di Bursa Ketum PBNU

Said Aqil dan Yahya Staquf Jadi Kandidat Kuat di Bursa Ketum PBNU
Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 01 Oktober 2021 19:00 WIB

JAKARTA - Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) bakal diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Nama Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf menguat di bursa ketua umum PBNU.

"Selama ini ada dua calon yang sudah menguat, satu Kiai Said Aqil Siradj sebagai incumbent, Yahya Staquf itu. Kalau Yahya Staquf itu memang sudah declare, tetapi kalau Kiai Said siap maju karena diminta oleh banyak wilayah karena dianggap membawa NU lebih bagus terutama di dunia pendidikan," kata Ketua PWNU DKI, Syamsul Maarif, kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Perihal mekanisme pemilihan ketua umum, Syamsul mengatakan sempat muncul perbedaan pendapat di Munas dan Konbes NU 2021. Menurut dia, mayoritas setuju ketua umum dipilih oleh pemilik suara yang sah yaitu PWNU dan PCNU.

"Kalau untuk ketua umum memang kemarin sempat perbedaan pendapat tapi masih mayOritas memilih dipilih secara one man one vote," ujar Syamsul.

Selain itu, Syamsul menjelaskan Muktamar Ke-34 NU itu nantinya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebab, kata dia, muktamar bakal dihadiri banyak orang.

"Ya jadi kemarin itu keputusan muktamar akan dilaksanakan pada 23 sampai tanggal 25 Desember dengan catatan, pertama tentu dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Yang nomor kedua harus mendapatkan izin dari Satgas Covid karena memang agak riskan muktamar ini akan dihadiri kurang lebih bisa 5 ribuan orang, itu minimal maka harus mendapatkan izin dari Satgas Covid," ujar Syamsul.

Syamsul juga mendengar ada usulan yang disampaikan sejumlah pihak agar Habib Luthfi bin Yahya menjadi Rais Aam PBNU. Habib Luthfi dinilai sosok ulama karismatik yang tepat mengisi posisi Rais Aam.

"Ada perkembangan baru di jajaran syuriah itu. Sekarang Habib Luthfi itu ada yang meminta jadi rais aam, jadi di kepengurusan NU itu ada rais aam dan ketua umum," ujar Syamsul.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww