Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Gugat PSI Rp1 Triliun, Viani Limardi: Ini Soal Harga Diri Saya

Gugat PSI Rp1 Triliun, Viani Limardi: Ini Soal Harga Diri Saya
Viani Limardi. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 08 Oktober 2021 18:08 WIB
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Viani Limardi buka suara ihwal alasan menggugat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebesar Rp1 triliun imbas pemecatan dari partai maupun anggota dewan.

Menurut dia, gugatan Rp1 triliun itu mencerminkan harga diri dan nama baiknya. Ia merasa PSI telah memfitnah dirinya soal penggelembungan dana reses.

"Ini harga diri saya, nama baik saya dan keluarga besar saya, belum lagi saya ini adalah wakil yang dipilih rakyat DKI. Bayangkan, wakil rakyat DKI nama baiknya dirusak, difitnah seperti ini," kata Viani, Jumat (8/10/2021).

Viani menilai alasan pemecatan PSI yang menyebut dirinya telah menggelembungkan dana reses sebagai fitnah. Menurutnya, fitnah dan tuduhan itu tidak hanya merugikan dirinya, tapi juga warga Ibu kota. "Bayangkan, warga DKI 10 juta, berapa harga diri mereka itu, Rp1T aja itu mungkin enggak cukup," kata Viani.

Lebih lanjut, Viani mengatakan jika masalah yang menerpanya ini membuat sulit karier politiknya. Ia melihat, pemecatannya dari PSI memiliki tujuan membunuh karakternya. "Saya lihat di sini ada ketidakadilan, fitnah yang luar biasa besar yang bertujuan untuk membunuh karakter saya, menghancurkan image saya terutama di masyarakat," tuturnya.

Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka mengklaim sanksi terhadap Viani telah melalui proses panjang dan dilakukan sesuai prosedur internal partai.

Ia menyebut proses tersebut juga melibatkan Tim Pencari Fakta yang bekerja siang-malam untuk mengumpulkan bukti informasi dan keterangan yang relevan dari puluhan saksi. "Keputusan pemberhentian tersebut didasarkan kepada objektivitas, bukan subjektivitas like or dislike secara personal. Ini bagian dari hasil evaluasi PSI kepada seluruh anggota DPRD-nya sesuai dengan mekanisme internal partai," kata Isyana lewat keterangan tertulis, Kamis (30/9).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww