Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Voli

Kritik Pemerintah, Haikal Hassan: Libur Maulid Tidak Perlu Digeser

Kritik Pemerintah, Haikal Hassan: Libur Maulid Tidak Perlu Digeser
Haikal Hassan. (Foto: Istimewa)
Selasa, 12 Oktober 2021 14:19 WIB

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi tanggal 20 Oktober 2021. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyebaran klaster Covid-19.

Terkait itu, penceramah Haikal Hassan menilai akan selalu menyampaikan pesan pemerintah kepada umat Islam agar tak salah persepsi. Ia bilang pergeseran peringatan Maulid Nabi membuat masyarakat terutama netizen di media sosial terbelah.

Menurut dia, terjadi dikotomi di medsos karena ada yang setuju pemerintah dan tidak setuju pergeseran Maulid Nabi. "Tapi, masalahnya adalah di dalam sosial media yang sekarang gandrung ke sana menjadi dikotomi lagi. Ini yang setuju, dengan pemerintah. Ini yang menolak," kata Haikal dalam Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Selasa, 12 Oktober 2021.

Dia mengingatkan kondisi tersebut hanya membuat kegaduhan masyarakat yang tidak produktif. Hal ini menurutnya yang mesti dicegah. "Kita habis waktu karena melayani kegaduhan-kegaduhan seperti ini," jelasnya.

Kemudian, ia menyampaikan saran bahwa penanganan Covid-19 tak perlu menggeser hari libur. Dia mengatakan lebih baik mengantisipasi kerumunan massa di lokasi tertentu seperti tempat hiburan malam. Maka itu, ia menyebut Maulid Nabi sebetulnya tidak perlu digeser. "Maulid tidak perlu digeser, gitu lho. Tapi, yang perlu diantisipasi adalah tempat-tempat-tempat hiburan untuk pada waktu itu ditutup dulu. Itu lebih efektif. Itu lebih tepat dalam mencegah klaster baru dalam penanganan Covid-19. Begitu pendapat kami," tutur Sekretaris Habib Rizieq Shihab (HRS) Center itu.

Menyangkul adanya pandangan pemerintah hanya geser hari libur Umat Islam, Haikal menjawabnya. Ia menyampaikan tidak memiliki pandangan tersebut. Namun, ia akan selalu memberi pesan yang menyejukkan kepada umat.

"Tidak, kami tidak melihat seperti itu. Kita ingin menyejukkan umat Islam. Jelas dong Umat Islam yang paling banyak digesernya karena umat Islam mayoritas. Karena perayaannya lebih banyak yang lain. Saya pasti akan menyampaikan seperti itu," katanya.

Pun, ia menekankan tak perlu dibanding-bandingkan dengan hari libur umat lain. Sebab, hal itu akan menimbulkan kebencian yang bertambah. Bagi Haikal, pemerintah ke depan harus aktif mengajak dialog tokoh-tokoh umat Islam. "Nanti akhirnya muncul lagi pemerintah (dianggap) pilih kasih, dan sebagainya. Intinya itu adalah komunikasi, dialog, itu yang paling penting. Itu yang paling kurang," ujar tokoh Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan pergeseran peringatan hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi 20 Oktober 2021. Peringatan hari libur Maulid Nabi sebenarnya pada 19 Oktober 2021.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyampaikan alasan kebijakan ini diambil untuk antisipasi munculnya penyebaran kasus baru Covid-19. "Sebagai antisipasi munculnya kasus baru COVID-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021," kata Amin dalam keterangannya, Sabtu 9 Oktober 2021.

Amin mengatakan, Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berubah, yakni tetap pada tanggal 12 Rabiul Awal. Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya yang digeser demi tujuan tersebut. "Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Di mana tahun ini bertepatan dengan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," jelas Amin.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww