Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Bendera Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Thomas CUP, Menpora Minta Maaf

Bendera Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Thomas CUP, Menpora Minta Maaf
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali. (Foto: Istimewa)
Senin, 18 Oktober 2021 22:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali meminta maaf atas insiden pelarangan berkibarnya bendera Merah Putih dalam seremoni kemenangan skuad Garuda di Piala Thomas 2020.

"Saya memohon maaf atas kejadian yang membuat kita semua menjadi tidak enak dan nyaman. Harusnya kita menikmati kegembiraan dengan Piala Thomas yang kembali kepangkuan kita setelah 2 dekade. Tetapi kegembiraan itu berkurang karena kita tidak bisa menyaksikan pengibaran bendera merah putih," tutur Amali dalam Konferensi Pers secara daring pada Senin, (18/10/2021).

Perlu diketahui, tim bulu tangkis Indonesia berhasil menundukkan China pada ajang piala Thomas Cup tahun ini dengan skor 3-0 dalam babak final di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) malam. Meskipun memberikan kemenangan gemilang, sayangnya bendera merah putih tidak dapat dikibarkan di Podium Piala Thomas 2020. Sebab, Indonesia terkena sanksi dari WADA (World Anti-Doping Agency).

Indonesia disebut tidak patuh pada aturan anti doping yang diterapkan WADA selama ini. Aturan anti doping yang dilanggar adalah Indonesia tidak memberikan laporan tes doping atlet periode 2020/2021 dengan jumlah yang ditentukan WADA.

Kata Amali, berdasarkan informasi yang didapat, LADI telah mengkarifikasi terhadap WADA terkait beberapa dugaan pelanggaran tersebut. Namun, masih ada hal-hal lain yang perlu dikonfirmasi. "Karena apa yang diminta oleh WADA bukan hanya urusan yang sekarang tetapi juga urusan-urursan sebelumnya, nah ini baru muncul hari ini," imbuh Amali.

Amali menambahkan, sebagai respons dari sanksi WADA, Kemenpora bersama NOC Indonesia dan LADI telah menggelar rapat. Ke depannya, akan dibentuk tim khusus agar sanksi WADA bisa segera dicabut.


"Sehingga ini ada 2 tugas yang akan dilakukan tim ini, 1 untuk mengakseslerasi supaya WADA segera mencabut sanksi kepada LADI, dan menelusuri investigasi kenapa ini bisa terjadi," pungkas Amali.***

wwwwww