Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jika Tak Diusung PDIP, Golkar Terang-terangan Siap Tampung Ganjar Dampingi Airlangga di Pilpres 2024

Jika Tak Diusung PDIP, Golkar Terang-terangan Siap Tampung Ganjar Dampingi Airlangga di Pilpres 2024
Diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Kamsi (11/11). (Foto; GoNews)
Kamis, 11 November 2021 17:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Umum Ganjarist Mazdjo Pray diminta tidak berkecil hati, jika nantinya PDI Perjuangan tidak memilih Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 mendatang.

Sambil berkelakar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid menyampaikan Golkar terbuka untuk Ganjar Pranowo untuk mendampingi Airlangga Hartarto.

"Jadi adinda Mazdjo jangan khawatir kalau misal Ganjar tidak dapat tempat di partainya ada Golkar terbuka. Apakah nomor satu nomor dua itu soal nanti. Pak Airlangga tak mungkin maju sendiri pasti ada wakil," ucap Nurdin.

Nurdin Halid menyatakan tangan terbuka itu saat menjadi pembicara diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema Fenomena Kemunculan Relawan Capres Sejak Dini: Siapa Punya Ambisi, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Kamsi (11/11).

"Kalau aspirasi Mazdjo, kalau di rumahnya tidak dapat tempat ini ada rumah baru, bersama-sama dulu baru jadi pemilik,” kelakar Nurdin.

Nurdin pun melontarkan tawaran untuk para pendukung Ganjar agar tetap optimis dan Partai Golkar terbuka untuk menerima Ganjar jika ke depan didepak oleh PDI Perjuangan.

Nurdin menjelaskan, jika hal itu merujuk pada presidential threshold (PT) 20 persen, PKB ada Cak Imin, dan Golkar masih membutuhkan satu partai, dan PDIP tidak perlu koalisi lantaran menjadi partai peraih suara terbanyak.

"Ada tiga partai yang butuh satu partai, satu partai butuh satu partai yaitu Golkar. Ada dua partai yang butuh dua patai misalnya Gerindra, Nasdem PKB butuh 3-4 partai kalau bisa,” tutupnya.

“Dari exercise itu bisa liat siapa yang mulus jadi Capres dan siapa yang tidak mulus jadi Capres,” tandasnya.***

wwwwww