Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Hari Kesehatan Nasional, Netty: Wujudkan Kemandirian Industri Farmasi Sesuai Inpres No 6/2016

Hari Kesehatan Nasional, Netty: Wujudkan Kemandirian Industri Farmasi Sesuai Inpres No 6/2016
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 13 November 2021 13:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati pada tanggal 12 November 2021 mengusung tema "Sehat Negeriku Tumbuh Indonesiaku". Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah untuk merevitalisasi upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan yang sudah dijalankan selama ini.


"Apalagi tantangan pembangunan kesehatan semakin berat kedepannya. Harapannya sehat dimulai dari diri sendiri dan keluarga itu betul-betul bisa terwujud. Pada UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan juga dijelaskan bahwa rumah sakit milik pemerintah maupun swasta mempunyai tanggung jawab untuk melakukan itu. Hal ini juga diperkuat dalam UU 44/2009 tentang Rumah Sakit," kata Netty dalam keterangan media, Sabtu (13/11/2021).

Menurut Netty, kegiatan prioritas nasional di bidang kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dan lain-lain bisa tercapai apabila pemerintah memiliki perhatian penuh terhadap ketersediaan SDM di bidang kesehatan.

"Pemerintah harus mencetak tenaga kesehatan yang diperlukan terutama di daerah terpencil, tertinggal, dan perbatasan, atau terluar dengan mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, pemerataan, dan keterjangkauan," katanya.

Ketersediaan SDM di bidang kesehatan kata Netty, harus juga didukung dengan kebijakan yang berpihak pada kemandirian industri farmasi.

"Dukung kebijakan terhadap pengembangan dan kemandirian di bidang industri farmasi, obat, dan alat kesehatan sebagai wujud implementasi Inpres nomor 6/2016. Jangan sia-siakan kekayaan alam kita yang banyak tumbuh tanaman-tanaman obat. Karena faktanya saat ini, mayoritas obat maupun alkes yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia berasal dari impor" tambahnya.

Selain itu kata Netty, soal pengendalian penyakit menular masih menjadi tantangan selama ini. "Sampai saat ini Indonesia kurang lebih dari 2.000 tenaga kesehatan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, kebanyakan dari mereka adalah dokter dan perawat. Ini harus jadi catatan serius, karena akan berdampak pada pelayanan dan fasilitas kesehatan pada umumnya" katanya.***

wwwwww