Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Soal Isu Bisnis Karantina Hotel Rp19 Juta, Ini Penjelasan Luhut

Soal Isu Bisnis Karantina Hotel Rp19 Juta, Ini Penjelasan Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Istimewa)
Selasa, 21 Desember 2021 10:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Protes warga mengenai tumpukan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu subuh (19/12) akibat tempat karantina Covid-19 di Wisma Atlet penuh dijawab pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjawab protes warga tersebut, yang terekam dalam video berdurasi sekitar 2.30 menit yang tersebar di media sosial.

Menurut Luhut, penjelasan seorang ibu yang merekam kejadian penumpukan penumpang yang tiba dari luar negeri di Bandara Soeta tak benar, khususnya terkait tarif karantina hotel mencapai Rp 19 juta.

"Ini akan kita ambil tindakan orang-orang yang melakukan hal semacam ini jadi jangan membuat gosip-gosip yang tidak perlu," kata Luhut dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Kemenko Perekonomian, Senin (20/12).

Luhut mengaku telah memerintahkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Dail Imran, melakukan tindakan yang terukur, dan juga melakukan razia di Bandara Soeta sebagai tindak lanjut dari kejadian tersebut. Karena menurutnya, banyak oknum merekam video dan menyebarkannya dalam keadaan yang tidak utuh.

Pada akhirnya, Luhut menyampaikan kejengkelannya atas kejadian penumpukan pesawat di Bandara Soeta yang viral di medsos. Dia menyindir ibu-ibu tersebut mampu berlibur ke luar negeri namun enggan melakukan karantina Covid-19 di hotel.

"Banyak yang belanja ke luar negeri, shopping. Tapi tidak mau karantina di hotel, padahal dia bisa," demikian Luhut.***

wwwwww