Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bertemu Dubes, Ketua Umum PBNU Tegaskan Dampingi Rakyat Palestina

Bertemu Dubes, Ketua Umum PBNU Tegaskan Dampingi Rakyat Palestina
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. (Foto; Istimewa)
Rabu, 12 Januari 2022 02:18 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menegaskan bakal terus mendampingi rakyat Palestina dengan membantu mencarikan jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi saat ini.

Hal itu ia katakan saat bertemu Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun di Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Gerakan Pembebasan Nasional Palestina, di kediaman Duta Besar Palestina untuk Indonesia di Jakarta, pada Senin (10/1/2022).

"NU selalu mendampingi rakyat Palestina. Kita ingin mencari jalan apa pun yang terjadi, sesempit apa pun untuk membuat terobosan-terobosan agar rakyat Palestina mendapat kesempatan untuk membangun masa depan," kata Yahya dalam keterangan resminya di situs resmi NU dikutip Selasa (11/1).

Yahya menilai persatuan faksi politik antara Hamas dan Fatah di Palestina harus menjadi salah satu yang harus diperjuangkan ke depan. Ia juga menekankan warga dunia harus meletakkan semua kepentingan-kepentingan subjektif dari masing-masing pihak dan fokus pada nasib rakyat Palestina.

"Ini bukan hanya untuk rakyat Palestina tetapi untuk seluruh umat manusia, karena kita harus bisa memahami bahwa nasib Palestina itu sebetulnya adalah nasib kemanusiaan," kata dia.

Yahya memandang persoalan rakyat Palestina telah menjadi noda kemanusiaan. Ia meminta warga dunia harus mencari jalan untuk memberikan masa depan yang layak bagi rakyat Palestina. Hal itu sebagai upaya agar umat manusia berhak untuk mendapatkan peradaban yang baik.

Karenanya, Ia berjanji PBNU akan melakukan langkah konkret dan memberikan jalan keluar ke depan bagi persoalan rakyat Palestina. Salah satu upayanya dengan bergerak di luar diplomasi resmi.

"Karena persoalan sudah sangat kompleks, sudah begitu lama, sehingga kalau hanya mengandalkan diplomasi resmi saja, tentu tidak akan cukup, kita harus melakukan hal-hal yang di luar diplomasi resmi. Banyak hal di luar diplomasi fotmal dan tetap harus kita tempuh supaya kita tetap mencari jalan keluar," imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww