Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

LaNyalla Desak Pemerintah Siapkan Strategi Tumbuhkan Pengusaha Muda

LaNyalla Desak Pemerintah Siapkan Strategi Tumbuhkan Pengusaha Muda
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Istimewa)
Kamis, 27 Januari 2022 17:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SEMARANG - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, prihatin dengan minimnya anak muda yang menjadi pengusaha. Karena itu, LaNyalla mendorong para anak muda memulai usaha dan menyiapkan diri menjadi pengusaha.

Senator asal Jawa Timur ini pun mendesak pemerintah agar menyiapkan strategi yang tepat.

“Saya sangat setuju jika jiwa kewirausahaan harus ditumbuhkan sejak usia dini. Sampai saat ini minat anak muda menjadi pengusaha masih minim. Padahal generasi muda dengan semangat tingginya berpotensi besar menjadi pelaku usaha baru yang pada gilirannya membuka lapangan kerja baru,” ujar LaNyalla saat kunjungan kerja di Semarang, Kamis (27/1/2022).

Berdasar data dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang diutarakan oleh Menteri Investasi Indonesia/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, hanya 3% anak muda/mahasiswa yang ingin menjadi pengusaha. Sementara 83% mahasiswa ingin menjadi karyawan, 14 % berkeinginan menjadi politisi dan bekerja di LSM.

"Memang masih banyak orangtua yang menanamkan pemikiran agar anaknya mencari kerja atau menjadi PNS setelah selesai sekolah. Persepsi seperti ini harus mulai diubah," jelasnya.

LaNyalla mengatakan, perspektif menjadi pejabat atau PNS itu kaya sebenarnya tidak relevan. Apalagi fenomena kasus hukum yang menjerat banyak pejabat maupun PNS.

"Ya, beberapa kasus korupsi yang dilakukan para pejabat mengindikasikan bahwa pejabat menjadi kaya karena penyalahgunaan wewenang," ucap dia.

Namun ditegaskannya, menjadi pengusaha memang tidaklah mudah. Selain harus memiliki modal, calon pengusaha harus memiliki berbagai pengetahuan, bermental baja, totalitas, pantang menyerah jika gagal dan siap menerima masukan.

"Lebih utama lagi, anak-anak muda tersebut harus berani menerima tantangan, memiliki passion bahkan keinginan yang harus kuat. Kita yakin kalau hal itu bisa ditanamkan profesi pengusaha akan tumbuh lebih besar lagi," tukasnya.

Selain data HIPMI, Entrepreneurship Global Index 2018 juga mencatat, jumlah wirausahawan Indonesia masih sangat kecil bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia (6 persen), Thailand (5 persen) dan Singapura (7 persen).

"Makanya kita berharap pemerintah mempunyai langkah konkret dalam membangun jiwa kewirausahaan bagi para pemuda. Sehingga ke depan lahir wirausaha-wirausaha muda yang bisa membantu terciptanya kesejahteraan rakyat dan mendukung peningkatan perekonomian negara," tuturnya.***

wwwwww