Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Lexy Nilai Penerapan Format Baru Solusi Tepat

Lexy Nilai Penerapan Format Baru Solusi Tepat
Dewa United Surabaya, Lexyndo Hakim, acungan jempol keputuan IBL, format baru, IBL 2022
Rabu, 23 Februari 2022 21:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Indonesia Basketball League (IBL) 2022 kembali dilanjutkan karena penyebaran Covid-19. Kompetisi bolabasket profesional yang dihentikan pada seri kedua di Bandung, Jawa Barat, kembali berlanjut dengan format baru.

Manajemen IBL memutuskan menggunakan format Bubble yang dipusatkan di Jakarta. Seluruh pertandingan yang dimulai 3-31 Maret 2022 di Hall Basket Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Sedangkan tempat tinggal atlet dan ofisial tim terpusat di Hotel Century Park Senayan. Lapangan latihan pun juga dipusatkan di GBK Arena Senayan.

Keputusan IBL memutar kembali liga dengan format baru mendapatkan respons Dewa United Surabaya. Menurut Komisaris Utama Dewa United Surabaya Lexyndo Hakim, format baru itu menjadi solusi tepat dalam situasi saat ini.

"Keputusan yang cukup solutif dari IBL terutama di situasi seperti saat ini. Yang penting liga bisa kembali bergulir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, sehingga ekosistem basket di Indonesia juga kembali berjalan," ungkapnya.

Namun, pria yang akrab disapa Lexy ini juga turut menyampaikan beberapa masukan. Seperti penerapan protokol kesehatan tak hanya saat pertandingan, tetapi juga setelah pertandingan.

"Misalnya saat di hotel, latihan, jangan lupa memperhatikan protokol kesehatan. Karena di hotel kan tingkat ketemu sama orangnya berbeda dengan bubble di wkt thn lalu di Cisarua yang benar-benar terisolasi," tuturnya.

"Pihak hotel dapat diberitahu untuk bisa membedakan perlakuan kepada pemain dan tim dengan tamu umum lainnya. Istilahnya betul-betul diberikan perhatian khusus, supaya meminimalisir adanya celah paparan virus," ungkap Lexy.

Saat ini, Dewa United Surabaya menurutnya terus melakukan persiapan matang jelang memasuki bubble di Jakarta. Tak hanya dari segi latihan, namun juga memperhatikan kondisi kesehatan para pemain.

"Waktu tiga pekan ini kita gunakan sebaik-baiknya. Jadi kita upayakan pemain dan seluruh staff official bisa masuk ke bubble dengan tepat waktu, mohon doanya juga untuk kelancarannya," pungkas Lexy.

Sebelum dihentikannya IBL Seri 2 di Bandung, Dewa United mampu meraih hasil gemilang. Dari enam pertandingan yang telah dijalani, Anak Dewa mampu memetik lima kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan. ***

wwwwww