Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Gempa Susulan 62 Kali, Warga Pasaman Barat Diminta Waspadai Likuefaksi

Gempa Susulan 62 Kali, Warga Pasaman Barat Diminta Waspadai Likuefaksi
Wilayah Pasaman Barat, Sumbar, disebut rentan mengalami likuefaksi. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Minggu, 27 Februari 2022 11:28 WIB

JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung mengungkapkan daerah sekitar pusat gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat, rentan mengalami likuefaksi atau hilangnya kekuaran tanah akibat lindu.

Diketahui, gempa bumi mengguncang Pasaman Barat pada Jumat (25/2) pagi. Usai gempa, fenomena semburan lumpur panas pun terjadi di Pasaman. BNPB menyebut itu merupakan dampak likuefaksi.

Kepala PVMBG Andiani mengatakan, berdasarkan atlas peta kerentanan likuefaksi yang diterbitkan Badan Geologi, daerah sekitar pusat gempa berada pada dua zona kerentanan likuifaksi yaitu zona kerentanan tinggi dan zona kerentanan sedang. "Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, dan gerakan tanah. Oleh karena itu penduduk agar waspada dengan gejala tersebut," ucap dia, dalam keterangannya, Minggu (27/2/2022)

Andiani menjelaskan zona kerentanan likuefaksi tinggi umumnya berada di pesisir pantai. Mulai dari Pantai Sikarbau, Sikiliang, hingga Cangking. Tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa likuefaksi aliran, pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir. Sedangkan daerah zona kerentanan likuefaksi sedang berada pada daerah yang lebih jauh dari pantai dengan tipe endapan pasiran.

"Rekomendasi agar penduduk mewaspadai retakan tanah pada bagian atas perbukitan yang dapat berpotensi berkembang menjadi gerakan tanah dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan atau curah hujan tinggi," tutur Andiani.

Sejauh ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 62 aktivitas gempa susulan. "Hingga Sabtu, 26 Februari 2022 pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 62 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,1," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/2).

Ia menjelaskan gempa utama Magnitudo 6,1 yang sebelumnya terjadi didahului 1 kali kejadian gempa bumi pendahuluan (foreshock) dengan Magnitudo 5,2. Menurutnya, gempa Pasaman Barat tersebut merupakan gempa bertipe II, yaitu jenis gempa yang diawali Gempa Pembuka (foreshocks), kemudian terjadi Gempa Utama (mainshock), dan diikuti serangkaian Gempa Susulan (aftershocks).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," katanya.

Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 6,1 sebelumnya mengguncang wilayah Sumatera Barat pada Jumat pagi. BMKG mencatat gempa terjadi pukul 8.39 WIB. Sementara hingga Sabtu dini hari, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total warga yang meninggal dunia akibat gempa itu berjumlah 9 orang dan 6.002 warga mengungsi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta, Sumatera Barat
wwwwww