Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

100 Orang Korban Gempa Mengungsi ke Kebun Sawit, Anak-anak Digigit Kelabang

100 Orang Korban Gempa Mengungsi ke Kebun Sawit, Anak-anak Digigit Kelabang
Ilustrasi. Pengungsi gempa Pasaman Barat mengevakuasi diri ke kebun sawit. (Foto: AP/Rahma Nurjana).
Minggu, 27 Februari 2022 11:34 WIB
PASAMAN BARAT - Sekitar 100 orang warga Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengungsi ke perkebunan sawit tanpa logistik memadai terutama bagi anak-anak.

Dilansir GoNews.co dari CNNIndonesia pada Sabtu (26/02), setidaknya terdapat lima tenda darurat yang dibangun secara sederhana di dalam kebun.

Salah seorang pengungsi, Hendra (40), warga Sukamaju, Nagari Kajai, mengatakan langsung membangun tenda sesudah kejadian gempa berlangsung. "Sorenya itu saya beserta keluarga harus mengungsi lantaran rumah saya rubuh akibat guncangan gempa," jelasnya pada Sabtu, (26/02).

Ia menyebut tidak hanya keluarganya saja yang mengungsi di area tersebut. Namun, sanak saudaranya yang tinggal berdekatan juga imut mengungsi ke kebun kelapa sawit. "Kami beserta keluarga dan sanak saudara yang tinggal berdekatan, hampir semua dari rumah kami rubuh," katanya.

Selama mengungsi di kebun sawit di Jorong Padang Villa tersebut, pihaknya menemukan banyak kelabang dan kesulitan untuk tidur sehingga memutuskan untuk segera pindah. "Semalam kami susah untuk tidur, selain dingin, juga banyak kelabang, kasihan kan kalau anak-anak sampai digigit kelabang," lanjut dia.

Ia menjelaskan, selama mengungsi, mereka beristirahat di tiga buah terpal plastik disulap menjadi atap, yang diikatkan ke batang sawit atau pohon lainnya. "Ya begitulah keadaan kami, kasihan anak-anak," katanya, yang mengaku rumahnya sudah tidak berbentuk lagi alias rusak berat lantaran bangunannya berbahan batu itu.

Pengungsi lainnya, Erna (60) juga mengungkapkan bahwa saat mengungsi di lokasi sebelumnya, ia melihat banyak kelabang. "Kami ditimpa musibah, rumah saya habis separuh, namun rumah anak saya habis semuanya," kata Erna.

"Hendaknya kami dibantu, kami butuh makanan, minuman, susu," lirihnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww