Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Olympic

Rerie: Atasi Ancaman Stunting dengan Upaya yang Berkelanjutan dan Terukur

Rerie: Atasi Ancaman Stunting dengan Upaya yang Berkelanjutan dan Terukur
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto; Istimewa)
Sabtu, 12 Maret 2022 00:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Para pemangku kepentingan harus memberi perhatian serius terhadap masa depan generasi penerus bangsa dari ancaman stunting di tanah air. Upaya yang berkelanjutan dan terukur dalam penanganan stunting di tanah air sangat diperlukan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/3). "Pandemi Covid-19 ini memang membuat banyak pihak di berbagai sektor kehilangan fokus dalam upaya mengatasi kendala di bidangnya masing-masing. Kondisi pemenuhan gizi Balita harus terus menjadi fokus penanganan agar generasi penerus bangsa terhindar dari ancaman stunting," katanya.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan saat ini Indonesia masih memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi, yaitu 24,4% artinya 1 dari 4 anak di tanah air stunting. Angka tersebut masih di atas angka standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20%.

Menurut Lestari, catatan 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting merupakan kondisi yang harus ditangani segera, agar berbagai potensi yang dimiliki generasi penerus bangsa dapat dikembangkan secara maksimal.

"Upaya mengatasi ancaman stunting, membutuhkan kerja sama semua pihak mulai dari masyarakat di lingkup keluarga hingga para pemangku kepentingan di tingkat pemerintah pusat," ujar Rerie, sapaan Lestari.

Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi Balita, tegas Rerie, harus terus ditingkatkan dan disosialisasikan. Sehingga, ujarnya, setiap keluarga di tanah air memahami apa yang wajib diberikan agar setiap anggota keluarganya memiliki kecukupan gizi yang baik.

Rerie, yang juga anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu meminta para pemangku kepentingan di tanah air segera mengambil langkah-langkah yang strategis dan terukur dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia.

"Untuk mengakselerasi upaya menekan angka prevalensi stunting, keterlibatan berbagai pihak dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas dan media sangat diperlukan," tandasnya.

Sehingga, tegasnya, diperlukan pemahaman yang sama dari berbagai pihak agar terjadi kolaborasi yang baik dalam merealisasikan generasi penerus bangsa yang memiliki kecukupan gizi yang baik.***

wwwwww