Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
9 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
8 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Demokrat-NasDem Sepakat Tolak Penundaan Pemilu: Tidak Bisa Diterima Akal Sehat

Demokrat-NasDem Sepakat Tolak Penundaan Pemilu: Tidak Bisa Diterima Akal Sehat
Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali bersama Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Nasdem Tower Jalan RP. Soeroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Maret 2022. (Foto: Istimewa)
Selasa, 29 Maret 2022 17:00 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh sepakat untuk menolak penundaan Pemilu. Sikap tegas itu disampaikan usai pertemuan AHY dan Paloh di kantor DPP NasDem, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

AHY mengatakan, Demokrat dan NasDem satu pandangan bahwa jangan sampai konstitusi diotak-atik untuk melanggengkan kekuasaan.

"Sejak awal kami tegas, saya yakin NasDem dan Demokrat punya sikap yang sama tegas dalam arti jangan seolah-olah diarahkan bisa mengotak-atik konstitusi," katanya.

Bahkan menurut AHY, cara penundaan pemilu tidak bisa diterima akal sehat. Apalagi hanya untuk melanggengkan kekuasaan semata.

"Saya pikir kami tegas dan sepakat tadi ya berbicara pelanggengan kekuasaan dengan cara penundaan pemilu itu tentu tidak bisa diterima dengan akal sehat pula," ungkap putra Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono ini.

AHY menolak amandemen untuk perubahan masa jabatan presiden. Ia pun memberikan instruksi kepada jajaran Demokrat di DPR dan MPR menolak wacana tersebut.

"Jelas instruksi dari ketua umum partai untuk menolak itu. MPR betul, baik DPR dan MPR RI," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww