Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kedepankan Dialog dalam Mengatasi Masalah Bangsa demi Membangun Kemandirian

Kedepankan Dialog dalam Mengatasi Masalah Bangsa demi Membangun Kemandirian
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Senin, 11 April 2022 21:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Kemandirian bangsa sangat dibutuhkan di tengah terjadinya perebutan pengaruh di dunia antarnegara adidaya saat ini. Perbedaan pendapat yang terjadi dalam membangun negeri harus segera dituntaskan lewat dialog agar bisa bergerak bersama mewujudkan bangsa yang tangguh dan berdaulat.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/4). "Sejumlah masalah yang muncul dan menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat hendaknya segera diselesaikan lewat dialog. Agar kita sebagai bangsa bisa segera bersama membangun negeri menuju kemandirian," katanya.

Menurut Lestari, pascapandemi dunia sedang mencari keseimbangan baru secara politik dan ekonomi. Indonesia yang memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berlimpah, tambahnya, harus mampu memanfaatkan dua modal dasar itu untuk menuju kemandirian bangsa.

Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai hanya bangsa yang mampu mengelola sumber daya alam dan mencetak SDM yang unggul yang mampu bersaing di tengah proses perubahan tatanan dunia saat itu.

Untuk itu, Rerie berharap, segala perbedaan pendapat yang terjadi di antara anak bangsa harus segera diselesaikan melalui cara-cara yang baik, agar kita sebagai bangsa bisa segera mewujudkan cita-cita bersama menuju negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap para pemangku kepentingan mampu membangun dialog yang konstruktif dan keterbukaan yang memadai agar kebijakan yang diambil mampu dipahami masyarakat luas.

Apalagi, tegas Rerie, setelah kita sebagai bangsa menghadapi berbagai dampak pandemi dalam dua tahun terakhir, saatnya kita bersatu, bahu membahu untuk bangkit. "Sehingga perbedaan pendapat yang terjadi di tengah masyarakat, harus diatasi dengan segera agar kita sebagai bangsa dapat mengerahkan seluruh daya dan upaya bersama untuk membangun kemandirian demi kedaulatan bangsa," ujar Rerie.***

wwwwww