Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
9 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
10 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
13 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

IPO: KIB Belum Terikat Capres tapi Terbuka

IPO: KIB Belum Terikat Capres tapi Terbuka
Sosok-sosok potensial sebagai bakal Capres-Cawapres menurut publik. (kolase: ist. via kompasiana)
Rabu, 03 Agustus 2022 08:07 WIB
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah dalam pernyataannya yang dibaca Rabu (3/8/2022) mengungkapkan, KIB saat ini berada pada situasi terbuka. Artinya, peluang dan kesempatan untuk mendapatkan mitra baru setara dengan peluang kehilangan mitra partai politik (Parpol) yang saat ini sudah ada dalam gerbong KIB.

"Situasi saat ini, masih terbuka, lebar peluang perubahan koalisi termasuk di KIB. Adanya peluang mendapat mitra, itu setara dengan peluang kehilangan mitra atau bubar," terang Dedi sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Baca Juga: Bacaan CSIS soal Peluang KIB dan Arah Koalisi PDIP

Baca Juga: KIB Cari Anggota Baru, Pengamat Sebut Tiga Kemungkinan Ini

Menurutnya, parpol yang memungkinkan bergabung dengan KIB adalah Nasdem. Hal itu ditinjau dari cara pandang NasDem yang mirip dengan Golkar.

"Mitra strategis yang mungkin bisa sejalan dengan KIB adalah NasDem, mengingat NasDem punya cara pandang politik mirip dengan Golkar, juga karena belum adanya tokoh potensial yang muncul dari NasDem," ungkapnya.

Baca Juga: Pengamat: KIB Mesti Usung Kandidat Capres Internal pada Pilpres 2024

Baca Juga: Pengamat: Kecil Kemungkinan KIB Bakal Usung Anies Baswedan

Dedi mengatakan Parpol yang tengah didekati KIB yakni Demokrat dan PKS justru berada pada lain gerbong. Bahkan keduanya berpotensi untuk menarik partai lain untuk bergabung.

"Sementara Demokrat dan PKS cukup sulit didekati, setidaknya selain karena saat ini berbeda gerbong, juga karena Demokrat punya tokoh potensial. Dua partai ini lebih mungkin menarik anggota baru, dibanding menjadi anggota koalisi yang sudah ada," tandasnya.

Baca Juga: Safari Politik Madam Dievaluasi Bentuk Persiapan Sebagai Capres 2024 

Baca Juga: Unggul dalam Banyak Survei, Pengamat: Kinerjanya Terbukti, Wajar Airlangga Ingin Publik Jadi Capres

Meski demikian, upaya KIB tidak mudah untuk memikat Nasdem dalam gerbong yang diisi Golkar, PAN, dan PPP. Mengingat Ketum Nasdem Surya Paloh mempunyai karakter politik tersendiri.

"Tetapi NasDem pun tidak mudah bergabung, mengingat Surya Paloh punya karakter politik yang kuat. Terlebih NasDem sudah miliki pilihan, misalnya yang diumumkan terdahulu yakni Anies Baswedan, juga Andika Perkasa," tambahnya.

Hingga saat ini, KIB belum juga mengumumkan Capres yang bakal diusung. Hal itu dinilai sebagai kondisi KIB saat ini belum cukup kuat.

"Sepanjang koalisi belum miliki tokoh terusung, atau setidaknya miliki tokoh yang kuat, maka koalisi itu dipastikan masih lemah, karena mereka hanya punya komunitas tanpa pengikat yakni tokoh terusung itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengajak Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Tujuannya agar KIB semakin kuat, kokoh dalam mengusung Capres-Cawapres pada Pilpres 2024 mendatang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww