Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Komisi VII DPR Imbau Masyarakat Mampu Tidak Gunakan BBM Bersubsidi

Komisi VII DPR Imbau Masyarakat Mampu Tidak Gunakan BBM Bersubsidi
Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 05 Agustus 2022 15:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin menghimbau kepada pelaku industri dan masyarakat mampu atau orang-orang kaya agar tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Mukhtarudin menyampaikan hal itu menanggapi terjadi kelangkaan BBM jenis solar dan pertalite bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah wilayah tanah air. "Saya menghimbau kepada masyarakat mampu jangan memakai BBM bersubsidi," ujar Mukhtarudin kepada GoNews.co, Jumat (05/8/2022).

Mestinya, kata Mukhtarudin, masyarakat mampu harus menggunakan BBM nonsubsidi seperti dexlite, pertamina dex dan pertamax. Sehingga pengguna solar dan pertalite bersubsidi akan tepat sasaran. masyarakat harus makin bijak menggunakan bahan bakar sesuai spek mesin kendaraan.

"Saya kira masyarakat agar secara bijak hemat menggunakan BBM, dan sudah mulai mulai secara bertahap beralih menggunakan energi baru dan terbarukan (EBT), Agar subsidi BBM yang hampir 16 % dari APBN kita bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pertanian yang bermanfaat bagi rakyat tidak hanya habis dibakar," tandasnya.

Oleh karena itu, politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini meminta pemerintah segera menerapkan kebijakan pembatasan pemakaian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar agar tepat sasaran dan menjaga kuotanya tidak cepat habis sebelum tahun 2022 berakhir.

Mesti demikian, Mukhtarudin pun menyarankan untuk menjaga pertumbuhan perekonomian Indonesia di tengah lonjakan inflasi di tanah air APBN tahun 2022 harus ekspansif terukur namun tetap menjaga daya beli masyarakat agar tetap bagus," pungkas Mukhtarudin.***

wwwwww