Putri Alexander Dugin Tewas dalam Ledakan Mobil
![]() |
| Dokumentasi kebersamaan Darya Dugina (29) dengan ayahnya, Alexander Dugin. (gambar: ist./tangkapan layar siaran cnn) |
Alexander Dugin, dikenal sebagai ideolog yang telah lama mengadvokasi untuk menyatukan wilayah-wilayah berbahasa Rusia sebagai bagian dari kekaisaran Rusia yang baru.
Baca Juga: Jokowi Pulang, Ukraina Dihujani Rudal Rusia yang Tewaskan 18 Orang
Baca Juga: Kota Kyiv Dibombardir Rusia Jelang Kedatangan Jokowi
Terkait insiden ini, surat kabar Rusia Rossiiskaya Gazeta melaporkan, Alexander Dugin dan putrinya telah menghadiri festival budaya di luar Moskow. Mereka memutuskan untuk berganti mobil pada menit terakhir.
Lansiran republika yang dikutip GoNEWS.co, Senin (22/8/2022), mengatakan, penyelidik telah membuka kasus pembunuhan dan akan melakukan pemeriksaan forensik. Penyelidik tidak segera menyebutkan tersangka dalam insiden itu. Penyelidik pada Ahad (21/8/2022) mengatakan, mereka sedang mempertimbangkan "semua versi" dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Rusia buka Resto Eks Barat jadi Resto Lokal
Baca Juga: Kasus Foto Bugil, Dua Bule Rusia Dideportasi dari Bali
Tayangan televisi menunjukkan penyelidik mengumpulkan puing-puing dan pecahan dari bagian jalan raya tempat ledakan terjadi di dekat desa Bolshie Vyzyomy. Dugina merupakan jurnalis dan pakar politik. Dia adalah tokoh media dan sering muncul sebagai komentator di saluran televisi nasionalis Tsargrad.
Dugina secara luas mengungkapkan pandangan yang mirip dengan pandangan ayahnya. Bahkan beberapa analis menyebut Alexander Dugin disebut sebagai "otak Putin" atau "Putin's Rasputin". Hal ini mengacu pada mistikus Rusia, Grigori Rasputin, yang memiliki hubungan dekat dengan kaisar terakhir Rusia, Nicholas II.
Baca Juga: Sanksi Baru untuk Rusia Sasar Industri Minyak, Perbankan dan Aktor Disinformasi
Baca Juga: Dekret Diteken, Rusia Segera Sanksi Barat
Dugin dijatuhkan sanksi oleh Amerika Serikat setelah aneksasi Rusia atas Ukraina pada 2014. Sementara Dugina adalah pembela terkemuka invasi Rusia ke Ukraina. Presiden separatis Republik Rakyat Donetsk, Denis Pushilin, menuding rezim Ukraina berupaya membunuh Alexander Dugin.
"Dasha (Dugina), seperti ayahnya, selalu berada di garis depan konfrontasi dengan Barat," kata pernyataan televisi Tsargrad.***













