Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Beladiri

Polda Metro Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Masril Riau terkait Postingan Kaisar Sambo

Polda Metro Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Masril Riau terkait Postingan Kaisar Sambo
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 26 Agustus 2022 14:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Masril, warga Pekanbaru, Riau, diciduk polisi dari Polda Metro Jaya. Masril ditangkap dan ditahan karena memposting soal Irjen Ferdy Sambo terkait dugaan perjudian.

Rupanya, ada polisi yang tak terima dengan postingan Masril itu. Hingga polisi itu membuat laporan tipe A ke Polda Metro Jaya dan akhirnya Masril ditangkap pada akhir Juli lalu.

"Ya, yang jelas kami berpesan bermedia sosial yang baik karena ada UU yang mengatur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/8).

Menurut Zulpan, Masril kini tengah dipertimbangkan untuk diberi penangguhan penahanan. Tapi, Zulpan mengingatkan agar masyarakat tidak menyebar konten hoaks.
"Kepada masyarakat bahwa digitalisasi saat ini yang serba terbuka, namun ada batasan-batasannya yang tidak boleh menyebarkan konten-konten yang tidak berdasarkan fakta," tutur Zulpan.

Sebelumya terkait ramai postingan Kaisar Sambo 303 di media sosial, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah berkomentar. Ada sejumlah anggota DPR antara lain Arteria Dahlan yang menanyakan kebenaran soal diagram itu.

Selain diagram itu, ada juga diagram dari kubu jenderal yang berbeda sehingga muncul istilah "perang diagram". Atas pertanyaan Arteria, Kapolri menjawab bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman.***

wwwwww