Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Kartu Prakerja Dinilai Bantu Skill dan Dana bagi Pekerja

Kartu Prakerja Dinilai Bantu Skill dan Dana bagi Pekerja
Tampilan dashboard situs resmi program Kartu Prakerja (gambar: tangkapan layar/prakerjagoid)
Selasa, 04 Oktober 2022 20:03 WIB

JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet mengatakan kepada wartawan, Selasa (4/10/2022), pihakya mengapresiasi keberlanjutan program Kartu Prakerja. Pasalnya, program ini selain membantu meningkatkan skill para pekerja juga memberi bantalan dana bagi para pekerja.

Terlebih, kata Yusuf sebagaimana dikutip GoNEWS.co, tahun 2023, diproyeksikan akan terjadi 'awan gelap', akan terjadi krisis yang tentu berimbas ke dalam negeri.

Baca Juga: Polisi Memastikan Data NIK Diambil Sindikat Pemalsu Prakerja Bukan dari Dukcapil 

Baca Juga: Data Penduduk Dinamis, Dukcapil Dorong Instansi Aktif Perbarui Data Program Vaksinasi, Bansos dan Prakerja 

"Memang Kartu Prakerja bukan program utama bisa mengubah awan gelap tersebut. Setidaknya memberikan modal, bantalan, terutama bagi yang membutuhkan, tidak hanya bantuan dalam bentuk skill untuk masuk ke lapangan kerja, tetapi juga bantalan dana yang mereka bisa gunakan sebagai konsumsi," jelas Yusuf.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Kartu Pra Kerja akan dilanjutkan pada tahun 2023. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp5 triliun dengan target penerima 1,5 juta orang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww