Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
20 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
18 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Olympic

Kondisi Terkini Korban Kanjuruhan, Mata Merah Akibat Gas Air Mata

Kondisi Terkini Korban Kanjuruhan, Mata Merah Akibat Gas Air Mata
Korban Gas Air Mata Kanjuruhan, Nur Saguanto. (Foto: Twitter)
Senin, 10 Oktober 2022 20:30 WIB

JAKARTA - Korban selamat dari tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, bernama Raffi Atha Dziaulhamdi (14) mengalami mata merah. Raffi mengaku matanya terasa perih karena terkena gas air mata.

Dilansir dari detikJatim, Minggu (9/10/2022), Raffi mengaku pada laga Arema FC kontra Persebaya saat itu duduk di tribun 10 atau di selatan. Raffi menonton bersama dengan saudara dan teman-temannya pada Sabtu tanggal 1 Oktober 2022.

Raffi mengaku sempat turun ke lapangan usai pertandingan Arema kontra Persebaya. Saat berjalan di lapangan itulah, ia kemudian ditembak gas air mata. Saat di tembak gas itu, dia tepat berada di kepulan asap putih yang keluar.

"Kemudian peluit tanda berakhirnya babak kedua dibunyikan. Sekitar 15 menit setelahnya saya turun ke tribun berdiri. Pas jalan, dari aparat menembakkan gas air mata dan saya di kepulan asap itu," ujar Raffi saat ditemui detikJatim di rumahnya Jalan Prof Moh Yamin Kelurahan Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Minggu (9/10).

Raffi kemudian menyelamatkan diri melalui pintu keluar di tribun 12. Akan tetapi, karena berdesak-desakan Raffi kesulitan bernapas dan akhirnya pingsan selama kurang lebih 2 jam.

"Saat bangun itu mata saya langsung merah. Di dalam mata, kayak sakit, perih dan sesak napas," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Non Olympic, Sepakbola, Jawa Timur
wwwwww