Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
18 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Olympic

Solidaritas Antar-Suporter Desak PSSI Benahi Sepak Bola Nasional

Solidaritas Antar-Suporter Desak PSSI Benahi Sepak Bola Nasional
Solidaritas Antar-Suporter. (Foto: Ist/untuk GoNews.co)
Senin, 10 Oktober 2022 18:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Para suporter sepakbola Indonesia dari berbagai latar belakang klub sepakbola tanah air menggelar diskusi publik dengan tema 'One Love For Football: Solidaritas Suporter untuk Kanjuruhan'.

Diskusi tersebut, sebagai bentuk dukungan moral terhadap tragedi Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 lalu. Mereka juga memberikan saran dan koreksi terhadap regulasi operasional liga di Indonesia.

Acara ini diinisiasi oleh Barito Mania Jabodetabek dengan tujuan untuk mendukung agar kompetisi sepakbola Indonesia tetap bergulir. Para suporter berterimakasih kepada pemerintah RI, khususnya presiden Jokowi dan PSSI karena Indonesia tidak disanksi FIFA.

"Tragedi Kanjuruhan adalah tragedi kemanusiaan yang harus mendapat atensi semua pihak, agar para pemangku kebijakan segera menemukan solusi yang holistik dan menyeluruh, bukan sektoral," kata Lutfi Ramadan perwakilan dari Barito Mania Jakarta, Senin (10/10/2022).

Acara ini berlangsung di Sport Cafe Jakarta Selatan, yang dihadiri oleh berbagai narasumber. Diantaranya, Wakil Ketua KPI Pusat, Arya Sandhiyudha, Pengamat Sepakbola Nasional, Christoper Halolo, Pusamania Jakarta, Afif Moreno, dan Content Creator Geolive, Chaca.

Arya Sandhiyudha yang juga sebagai The Jak Mania mengajak suporter dari berbagai klub sepakbola, menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai bahan untuk introspeksi diri. Menurutnya, tidak ada pertandingan sepakbola yang seharga nyawa manusia.

Oleh karena itu, pasca tragedi Kanjuruhan tersebut dia mengajak para suporter dan masyarakat secara umum, agar tidak saling menyalahkan. Dia menegaskan bahwa sebaiknya semua pihak fokus terhadap nasib sepakbola Indonesia ke depannya.

Dia menambahkan bahwa, peristiwa pilu tersebut adalah tanggung jawab bersama. Dia menegaskan semuanya tidak boleh berpangku tangan, tapi saling mengulurkan tangan. Dia berharap, setelah presiden Jokowi mengumumkan FIFA tidak menjatuhkan sanksi, menjadi sinyal perbaikan sepakbola Indonesia.

"Bukan waktunya untuk saling mencari kambing hitam, karena masyarakat sepakbola tanah air menanti reformasi dan perbaikan dengan segera, sehingga olahraga ini kembali menjadi primadona di tanah ibu pertiwi," tegas Arya Sandhiyudha.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Pengamat Sepakbola Nasional, Christoper Halolo mengatakan kedepannya semua stakeholder sepakbola Indonesia harus berbenah. Jangan sampai kata dia, kejadian itu terulang kembali karena kurang metang dalam mempersiapkan kompetisi.

Dia juga menyayangkan, kenapa harus saling mencari kambing hitam dibalik peristiwa tersebut. Padahal kata dia, jika mau seharusnya masyarakat memercayakan itu kepada pihak berwenang yang dibentuk presiden, yaitu Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF Tragedi Kanjuruhan.

"Sepakbola kita bisa berbenah selama kita mau bergotong royong. Selain pembenahan dr sisi aparat, mentalitas suporter jg harus atensi kita. Sudah ada langkah baik, sejumlah suporter fanatik menyurakan narasi damai," pungkas Christoper Halolo.

Sebagai penutup, Lutfi Ramadan perwakilan dari Barito Mania Jakarta mengajak semua semua suporter mendukung PSSI, untuk melakukan perbaikan tata kelola sepakbola Indonesia. Tujuannya agar tontonan olahraga paling populer di tengah masyarakat tersebut bisa bergulir kembali.

"Kita dukung PSSI untuk terus melakukan langkah kongkrit dan tranformatif, berkolaborasi dengan AFC, FIFA, Pemerintah, dan lembaga terkait. Mari sudahi kepentingan kelompok, baik suporter maupun klub. Kita kedepankan persaudaraan diantara kita," pungkas Lutfi Ramadan.***

wwwwww