Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Kriminal

Tegas! NasDem: Pilkada Masih 27 November 2024

Tegas! NasDem: Pilkada Masih 27 November 2024
Legislator NasDem DPR RI Saan Mustofa dalam suatu kesempatan rapat di DPR RI. (foto: ist./dok.dpr)
Kamis, 13 Oktober 2022 20:04 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa dalam siaran parlemen, Kamis (13/10/2022) menegaskan, belum ada pembahasan resmi terkait wacana Pilkada kembali melalui DPRD.

"Sejauh ini masih 27 November 2024. Dengan Undang-Undang yang tidak direvisi, yakni UU Pilkada nomor 10 tahun 2016," ungkap Saan sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Saat ini, kata legislator NasDem itu, pihaknya tengah fokus mengawasi dan konsultasi berbagai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) pada tahapan Pemilu yang akan berlangsung.

Alih-alih mengembalikan Pilkada ke DPRD atau merevisi UU Pilkada, menurutnya, lebih baik memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam Pilkada langsung.

"Menurut saya apabila Pilkada langsung ini dinilai ada kelemahan-kelemahan, itu yang kita perbaiki bersama. Bukan berarti kita kembali kita mundur ke masa lalu," tambahnya.

Sebelumnya, wacana mengembalikan Pilkada (pemilihan kepala daerah) dari pemilihan secara langsung ke pemilihan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) bergulir. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww