Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
19 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengamat: Jokowi Dukung Prabowo untuk Jegal Anies Baswedan

Pengamat: Jokowi Dukung Prabowo untuk Jegal Anies Baswedan
Prabowo dan Ketua Umum Projo. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 12 November 2022 16:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja mendorong Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju pada Pilpres 2024.

Seperti diketahui, Jokowi menyebut Pilpres 2024 kemungkinan akan menjadi jatah bagi Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hal tersebut diutarakan oleh Jokowi dalam puncak acara peringatan ulang tahun Partai Perindo, Senin (7/11/2022).

Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk mencegah aliran suara masuk ke Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Sebab, Prabowo dan Anies akan berebut suara di banyak kantong pemilih," ujar Ray Jumat (11/11/2022)

Dirinya menduga dua tokoh tersebut akan mendominasi pemilih di wilayah Jawa Barat, Sumatra, dan Sulawesi. "Di pulau dan provinsi tersebut, suara Prabowo dan Anies terus menerus saling gerus,” kata dia.

Akan tetapi, menurutnya, Anies cenderung mendapatkan basis pemilih Prabowo yang sempat kecewa dalam Pilpres 2019. Selain itu, dia juga menilai dorongan Prabowo dilakukan agar suara untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak tertahan. "Dengan terus mendorong pak Prabowo melaju, potensi Anies meraup suara di kantong-kantong non Ganjar dapat tersendat,” ujar Ray.

Dengan demikian, menurutnya, Prabowo dan Ganjar berpotensi memenangkan putaran pertama dan menimbulkan rasa nyaman bagi Jokowi.***

wwwwww