Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
23 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
17 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
16 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
21 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
22 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Olympic

Benny Rhamdani 'Izin Tempur', PDIP ke Jokowi: Bukan Relawan Itu, Tinggalkan Saja!

Benny Rhamdani Izin Tempur, PDIP ke Jokowi: Bukan Relawan Itu, Tinggalkan Saja!
Ketua DPP PDIP Said Abdullah. (Foto: Istimewa)
Senin, 28 November 2022 22:00 WIB

JAKARTA - PDI Perjuangan berang dengan sikap relawan Jokowi yang juga Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani ihwal pernyataannya yang viral di media sosial “minta izin tempur” dengan rival Presiden Joko Widodo.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyarankan agar lebih baik meninggalkan relawan yang dinilainya menjerumuskan Presiden Jokowi. "Kalau ada relawan yang seperti itu, tinggalkan saja. Iya, itu bukan relawan itu," tegas Said kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Menurut Said, pernyataan Benny tersebut sangat tendensius hingga meminta “izin tempur” dengan rival Jokowi. Sebab, instrumen hukum sudah mengatur tegas mengenai ujaran kebencian dan sejenisnya itu. Sangat tidak etis pula apabila Presiden Jokowi mengintervensi hukum.

"Lho, elu bayangin aja, minta restu untuk gempur orang, presiden kita etikanya, presiden kita punya etik yang luar biasa, punya sopan santun luar biasa, dan dan bapak Presiden kita tidak mungkin akan mencampuri urusan hukum," tegas Said.

"Kalau ada relawan yang seperti itu, itu menakutkan bagi saya," imbuhnya.

Video Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani soal ajakan perang kepada mereka yang bersebrangan dengan Joko Widodo viral di media sosial.

Video berdurasi 49 detik ini memperlihatkan Benny tengah menyampaikan pendapatnya di hadapan Presiden Jokowi disela acara Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Sabtu kemarin (26/11).

"Kita gemas pak ingin melawan mereka. Kalau mau tempur di lapangan kita lebih banyak. Nah kalau bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan makanya penegakkan hukum yang harus (dipakai)," kata Benny dalam video itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww