Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Beladiri

KPK Bongkar Modus Canggih Rafael Alun Trisambodo Sembunyikan Aset

KPK Bongkar Modus Canggih Rafael Alun Trisambodo Sembunyikan Aset
Rafael Alun Trisambodo saat diperiksa KPK. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 03 Maret 2023 10:41 WIB

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pola yang dilakukan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo dan genk pejabat pajak sangat canggih, yakni menyembunyikan harta kekayaan dengan cara nominee, yakni menggunakan nama orang lain atau perusahaan.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan pola penyamaran harta kekayaan yang dilakukan oleh Rafael dan pejabat pajak lainnya.

"Belum dong. Tapi kita pastiin, ini canggih banget," ujar Pahala kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (2/3/2023).

Pahala menjelaskan, bahwa Rafael memiliki saham di enam perusahaan, dua perusahaan di antaranya berupa real estate di Minahasa Utara atas nama istri Rafael, dan juga terdapat restoran atas nama istri Rafael.

"Dia pola silatnya canggih. Pakai nominee. Salah enggak di LHKPN? enggak salah. Gue beli atas nama lu, enggak salah kan di LHKPN. Kenapa enggak masuk? Ya nama lu masa gue masukin. Tapi sebenarnya gue yakin ini elu yang beli. Sudah gitu pakai PT. Kalau di LHKPN, PT hanya nominal saham. Urusan PT lu berkembang, lu nerima sumbangan atau apa, di PT, gue enggak bisa lihat, canggih enggak?" kata Pahala.

Pahala memastikan, aset-aset dengan nominee tersebut bernilai besar. Bahkan, KPK sudah mencium bahwa aset yang menggunakan nominee berupa tanah dan properti. "Sudah, timnya cerita beberapa pakai nominee. Properti semua, ini banyak di Yogya," pungkas Pahala.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta
wwwwww