Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Mahfud MD Endus Transaksi Janggal Rp 300 Triliun di Kemenkeu, Mardani: Bongkar, Kasihan Rakyat

Mahfud MD Endus Transaksi Janggal Rp 300 Triliun di Kemenkeu, Mardani: Bongkar, Kasihan Rakyat
Politisi PKS, Mardani Ali Sera. (Foto: Istimewa)
Kamis, 09 Maret 2023 14:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pernyataan mengejutkan yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengenai adanya transaksi janggal sebesar Rp 300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus dibongkar tuntas. Sebab, duit ratusan triliun itu berasal dari pajak rakyat.

"Bongkar! Kasihan rakyat," tegas Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Kamis (9/3/2023).

Anggota DPR RI itu meyakini, pernyataan Mahfud MD tersebut bukan isapan jempol belaka. Menurutnya, Menko Polhukam pasti memiliki data dan fakta yang serius mengenai temuan tersebut. "Pernyataan seorang Menko pasti punya data valid dan berkualitas,” kata Mardani.

Atas dasar itu, Mardani meminta aparat penegak hukum dan kementerian terkait menindaklanjuti temuan tersebut dan menguatnya sampai tuntas. "Penegak hukum dan kementerian terkait harus transparan mengusutnya. Rakyat menunggu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap temuan transaksi mencurigakan senilai Rp 300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.

Mahfud menyebut transaksi janggal ini berbeda dengan transaksi dari rekening pejabat Direktorat Jenderal Pajak Rafael Alun Trisambodo beserta keluarganya sebesar Rp 500 miliar.

"Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi, terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan, yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai," kata Mahfud di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, pada Rabu kemarin (8/3/2023).***

wwwwww