Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  PON

Ini Pengakuan Salahsatu Korban Cabul Pengasuh Ponpes di Bandar, Batang

Ini Pengakuan Salahsatu Korban Cabul Pengasuh Ponpes di Bandar, Batang
Petugas memasang police Line di areal Pondok Pesantren di Bandar Kabupaten Batang. (Foto:Istimewa/Tri Kucir)
Rabu, 05 April 2023 17:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Aksi tidak terpuji oknum Pengasuh Pondok Pesantren di Bandar Kabupaten Batang, dibongkar santrinya sendiri.

Salah satu korban inisal S (16) mengaku sudah tiga kali mendapat perlakuan tidak senonoh oleh sang pengasuh. "Tiga kali pak," ujarnya saat ditemui di Mapolres Batang, Minggu malam.

Modusnya sendiri kata Dia, Sang Pengasuh memilih santriwati yang cantik dan dipanggil ke salah satu ruangan. "Dipanggil langsung dibilang kamu masa depannya gak bagus, supaya kamu gak sial kamu harus mau saya nikahin," ceritanya.

Saat kejadian Ia tidak bisa menolak. Pasalnya sang Kyai langsung mengajak salaman dan mengucapkan ijab kabul nikah. "Iya nikahin, tapi cuma berdua tanpa saksi," ceritanya.

Ditempat terpisah, RM (41) salah satu wali santri asal Wonotunggal, Batang, sempat tidak percaya dengan isu tersebut. Namun Ia merasa janggal saat menerima surat elektronik berupa pesan whatsapp sebelum korban memberanikan diri untuk melapor.

"Awalnya saya tidak percaya, karena selama ini anak saya aman - aman saja di sana. Tapi saya merasa janggal tiba-tiba ada pemberitahuan yang intinya agar kami tidak mempercayai isu apapun terkait pondok pesantren kalau informasinya bukan dari pihak mereka," ujarnya.

"Otomatis saya jadi mikir ini ada apa kok tiba-tiba ada imbauan seperti ini. Akhirnya saya baru ngeh, ternyata kasusnya begini," timpalnya.

Wali Santri lainnya yakni, MG (57) berasal dari Kedungwuni Pekalongan mengatakan, dirinya sangat marah, kecewa dan kesal dengan kejadian yang menimpa anaknya tersebut.

"Saya minta pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Ini sudah kejahatan luar biasa, anak kami di Pondok Pesantren mau menimba ilmu bukan untuk dijadikan budak nafsu," ujarnya, Rabu (5/4/2023).

Saat ini kata dia, anaknya sudah dikeluarkan dari Pondok Pesantren tersebut." Sudah saya pindahkan ke daerah Kaliwungu Kendal mas. Saya bener bener kecewa, Kiyai yang saya hormati selama ini ternyata iblis," tegasnya.

Untuk diketahui, Polres Batang telah menggelar olah TKP pada Rabu (5/4/2023). Hal ini guna mengusut dan mengumpulkan bukti - bukti kasus pencabulan yang diduga dilakukan Oknum Pengasuh Pondok Pesantren di Bandar Kabupaten Batang, Inisial WM.

Kapolres Batang AKBP Saufi Salamun melalui Kasi Humas Polres Batang, AKP Busono, membenarkan adanya dugaan kasus pencabulan di lingkungan Pondok Pesantren tersebut.

"Ya, benar ada kasus dugaan pencabulan itu. Saat ini sedang dilakukan proses penyidikan oleh anggota Reskrim," ujar AKP Busono.

Jajaran Polres Batang kata Dia juga sudah melakukan proses Olah TKP dan Visum pada sejumlah santri di Pondok Pesantren itu.

“Ya, ada Olah TKP dan Visum tadi di lokasi Ponpes. Namun kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Nanti kami akan sampaikan hasilnya pada konferensi pers,” tandasnya.

Kasus ini terkuak usai adanya laporan sejumlah korban ke Mapolres Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/3/2023) malam.

Dari informasi yang dirangkum GoNews.co setidaknya ada 5 orang santriwati yang melapor pada Minggu (2/4/2023), kemudian ada 8 santriwati yang melaporkan oknum Kyai tersebut pada keesokan harinya yakni Senin (3/4/2023).***

wwwwww