Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Beladiri

Cegah TPPO Terhadap Pekerja Migran Indonesia, BP2MI Masifkan Sosialisasi

Cegah TPPO Terhadap Pekerja Migran Indonesia, BP2MI Masifkan Sosialisasi
Ketua BP2MI Benny Rhamdani pada acara Sosialisasi Pencegahan TPPO. (Ist)
Sabtu, 21 Oktober 2023 19:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MARGAHAYU KOPO- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus masifkan sosialisasi kepada masyarakat  agar tidak menjadi korban sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terutama pada Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, sindikat penempatan ilegal  pekerja migran, masih membayangi masyarakat Indonesia terutama Jawa Barat. "Masih adanya oknum  yang membekingi sindikat bisnis kotor,  kurangnya wawasan maupun pengetahuan masyarakat  tentang prosedur  resmi yang dikelola pemerintah dan ini masih dinilai kurang," ujar  Kepala BP2MI, Benny Ramdhani, saat Sosialisasi Pencegahan TPPO terhadap Pekerja Migran Indonesia  di Margahayu Kopo, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/10/2023).

Dalam sosialisasi itu,  Kepala BP2MI  memaparkan proses penempatan Pekerja Migran Indonesia secara resmi dan  bahayanya tindakan sindikat TPPO.

Benny mengatakan, peluang bekerja di luar negeri masih terbuka lebar, sangat luas bila dibandingkan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Meski demikian, harus di waspadai jeratan sindikat TPPO, yang nantinya bakal merugikan para pekerja migran.

"Mudah-mudahan mereka tidak hanya memiliki kesadaran untuk bekerja ke luar negeri, tetapi juga kesadaran untuk memproteksi, tema -teman mereka, saudara satu kampung agar tidak menjadi korban penempatan ilegal, korban perdagangan orang. Itu tidak kalah penting,"ucap Benny

BP2MI bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, sambung Benny, untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang siap bekerja hingga proses penempatan di luar negeri. Belum lagi berbagai fasilitas yang disiapkan BP2MI, untuk  menempatkan para pekerja migran yang merupakan pahlawan devisa ini.

"Di Kabupaten  Bandung terdapat 1.114 pekerja migran, ini yang resmi. Tapi trendnya dimana kantong penempatan resmi tiga kali lipat dari angka resmi itu adalah angka yang berangkat tidak resmi,"tegas Benny.

Benny merasa prihatin dengan masih banyaknya Pekerja Migran Indonesia yang berangkat ke luar negeri secara ilegal.

Benny menyinggung keterlibatan oknum pemerintah dalam sindikat TPPO. Mengingat ini merupakan  bisnis kotor yang sangat menggiurkan. "Karena uangnya besar. Inikan bisnis kotor, bisnis haram yang perputaran uangnya besar."tegas Benny.

Benny  berharap, dengan sosialisasi yang masih dapat mencegah penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia diluar negeri.***

wwwwww