Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  PON

Program AMI Peduli Wujudkan Perlindungan bagi Musisi Tradisional

Program AMI Peduli Wujudkan Perlindungan bagi Musisi Tradisional
Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra saat menyerahkan bantuan dalam Program AMI Peduli., (Ist)
Selasa, 07 November 2023 01:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) baru-baru ini menjalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) untuk menghadirkan program AMI Peduli.

Program AMI Peduli ini adalah inisiatif luar biasa yang bertujuan memberikan perlindungan diri kepada para musisi tradisional yang telah lama berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan nasional.

Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, menjelaskan bahwa musisi tradisional adalah elemen penting dalam pemajuan kebudayaan. Melalui karya-karya mereka, nilai-nilai kearifan lokal terus dijaga.

"Memberikan perlindungan diri kepada musisi tradisional melalui asuransi adalah langkah inovatif dalam industri musik. Ini akan memberikan mereka rasa aman dan ketenangan saat berkarya, yang pada gilirannya akan mendukung pemajuan kebudayaan," ujar Mahendra, saat jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (6/11/2023).

YAMI mengajak para musisi tradisional untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan mendapatkan perlindungan diri dalam bekerja. Asuransi ini akan diberikan melalui skema kerja sama antara YAMI, FESMI, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Candra Darusman, Ketua Umum YAMI, menjelaskan bahwa program AMI Peduli bertujuan memberikan penghargaan istimewa kepada musisi tradisional yang telah berperan besar dalam membangun dan melestarikan kebudayaan nasional, serta mendukung industri musik.

"Perlu menjaga karier para musisi tradisional agar mereka merasa aman, karena hal ini akan memastikan mereka terus menginspirasi tentang kekayaan kebudayaan nasional," kata Candra.

Program AMI Peduli memberikan dua bentuk perlindungan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Yovie Widianto dari FESMI sangat menyambut baik program ini, dan dia berharap masa depan musisi, khususnya musisi tradisional, akan semakin diperhatikan.

Inisiatif AMI Peduli ini bukan hanya sebuah langkah maju dalam industri musik, tetapi juga langkah positif dalam melestarikan kebudayaan nasional dan memberikan rasa aman bagi para musisi tradisional yang telah memberikan kontribusi besar selama ini. (Yazid N), ***

wwwwww