Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
22 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
20 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
23 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
21 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
20 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Meski Tanpa Medali, Eko Yuli Tetap Jadi Pahlawan Olahraga

Meski Tanpa Medali, Eko Yuli Tetap Jadi Pahlawan Olahraga
Eko Yuli Irawan. (NOC Indonesia)
Kamis, 08 Agustus 2024 16:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PARIS - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menyebut lifter Eko Yuli Irawan tetap menjadi pahlawan olahraga buat Indonesia sekalipun pulang tanpa medali pada penampilan kelimanya di Olimpiade 2024 Paris.

Eko berhasil mengangkat 135kg angkatan snatch, namun gagal di tiga kali percobaan angkatan clean and jerk 162kg. Bahkan di percobaan ketiga, Eko sempat terjatuh setelah gagal mengangkat akibat cedera baru yang dialami di bagian paha samping kanannya.

“Eko itu pahlawan kita semua, karena Eko betul-betul memberikan inspirasi dan memberikan warna yang luar biasa terhadap dunia angkat besi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia, dia true olympian. Apapun ceritanya, sebuah pelajaran berharga yang kita ambil. Terima kasih Eko Yuli, terima kasih true olympian dari Indonesia,” kata Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Anindya Bakrie menyebut Eko sudah menampilkan versi terbaik dari kemampuannya. Anindya meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan Eko supaya bisa bisa segera pulih dari cederanya.

“Sebetulnya Eko sangat comfortable untuk snatch. Saat pemanasan jelang clean and jerk, dia mulai berasa kambuhnya yang di paha, sehingga yang angkatannya 165 diturunin ke 162 sudah bisa ngangkat, ternyata dia bilang slip licin. Sesudah itu, dia mencoba untuk mengangkat berikutnya lagi, karena sudah cedera, sudah painful,” terangnya.

“Tadi dia juga menyampaikan kalau ini akan jadi olimpiade terakhirnya. Dia juga bikin latihan gym untuk kaum muda, yang kita kerjasamakan juga, sehingga akan lebih banyak Eko-Eko lain ke depannya lahir dari gymnya itu,” tutup CdM Anindya.

Eko merupakan olimpian dengan empat medali dari empat edisi Olimpiade berbeda. Pada debutnya di Olimpiade Beijing 2008, lifter asal Lampung itu meraih medali perunggu.

Di Olimpiade London 2012, Eko kembali meraih perunggu. Untuk kali ketiga tampil di Olimpiade, Rio de Janeiro 2016, Eko berhasil meraih perak dan mengulang capaiannya di Tokyo 2020. ***

wwwwww