Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  e-Sports

Ditabrak Tongkang, Jembatan Senilai Rp135 Miliar Ambruk, 5 Orang Hilang dan 6 Terluka

Ditabrak Tongkang, Jembatan Senilai Rp135 Miliar Ambruk, 5 Orang Hilang dan 6 Terluka
Jembatan ambruk ditabrak tongkang pengangkut batu bara di Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (12/8/2024) malam. (Tempo.co)
Rabu, 14 Agustus 2024 17:23 WIB
PALEMBANG – Jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp135 miliar di Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ambruk ditabrak tongkang pengangkut batu bara, Senin (12/8/2024) malam, pukul 21.30 WIB.

Dikutip dari Tempo.co, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Sumatera Selatan (Kabid Humas Polda Sumsel) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sunarto mengatakan, nakhoba dan anak buah kapal (ABK) tongkang batu bara yang menabrak jembatan Lalan hingga roboh tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian pada Selasa (13/8/ 2024).

"Nahkoda dan ABK sudah diamankan. Sementara sedang kita mintai keterangan," kata Sunarto kepada Tempo melalui aplikasi perpesanan Wahtsapp pada Selasa sore.

Sunarto mengungkapkan, tongkang tersebut milik BG Sentana Jaya yang bermuatan batu bara dari Jetty PT Sriwijaya Bara Logistic.

Sunarto juga menuturkan, kejadian tersebut mengakibatkan lima orang hilang dan enam orang luka-luka. Saat ini sedang dilakukan pencarian oleh tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) gabungan.

"Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian terhadap lima orang yang hilang akibat kejadian tersebut," kata dia.

Ia juga menyebutkan, lima koran yang hilang dan enam korban yang mengalami luka-luka merupakan warga asal Kecamatan Lalan, Muba dan Palembang. Berikut daftarnya: 

Korban Hilang:

1. Muhamad Kusdi, usia 42 tahun, alamat di P5B Kecamatan Lalan.

2. Hendra Hanlipi, usia 15 tahun, alamat di P5B Kecamatan Lalan.

3. Muhamad Alamsah, usia 15 tahun, alamat di P6 Kecamatan Lalan.

4. Misbahul Munir, usia 31 tahun, alamat di P6 Desa Sukajadi, Kecamatan Lalan.

5. Ribut Riyadi, usia 34 tahun, alamat di Palembang. 

Korban Luka-luka:

1. Elpis, alamat di P11, Kecamatan Lalan 

2. Lukas, alamat di P6, Kecamatan Lalan. 

3. Raka, alamat di P6, Kecamatan Lalan.

4. Saiqul, alamat di P6, Kecamatan Lalan.

5. Heri, alamat di P6, Kecamatan Lalan.

6. Andre alias Madi, alamat di P11, Kecamatan Lalan.

Sunarto menambahkan, dua korban yang selamat sudah pulang ke rumah masing-masing yang beralamat di P13, Kecamatan Lala, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

"Korban tersebut adalah Samari yang berusia 43 tahun dan Slamet," kata dia.

Lakukan Investigasi

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) akan melakukan investigasi penyebab jembatan roboh usai ditabrak tongkang batu bara di Kecamatan Lalan, pada Senin malam, pukul 21.30 WIB.

"Kami akan investigasi terlebih dahulu, setelah keluar investigasi dan akan minta pertanggungjawaban kepada perusahaan pemilik tongkang yang menabrak jembatan," kata Sekretaris Daerah Muba, Apriyadi pada Selasa (13/8/2024).

Apriyadi mengatakan, investigasi jembatan ambruk akibat ditabrak tongkang tersebut akan dilakukan dalam satu pekan ke depan.

"Kami juga akan undang semua pihak, termasuk perusahaan penabrak jembatan dan perusahaan lain yang memanfaatkan jalur Sungai Lalan untuk ikut sama-sama membantu memperbaiki," ujarnya.

Apriyadi telah meminta tim untuk mencari korban hilang akibat tabrakan tongkang dan ambruknya jembatan tersebut.

"Saat tongkang menabrak dan jembatan ambruk, ada aktivitas masyarakat di atas jembatan. Ada yang mancing dari atas jembatan dan lain-lain. Tidak ada kendaraan yang melintas, hanya aktivitas masyarakat saja," ujarnya.

Jembatan yang dibangun dengan anggaran senilai Rp135 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Muba itu sering ditabrak oleh tongkang batu bara.

"Tabrakan yang terjadi kali ini cukup keras, karena yang menabrak tongkang batu bara dengan muatan berkisar 8 ribu - 10 ribu ton makanya roboh," kata dia.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:e-Sports
wwwwww