Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
20 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Hiburan

Film “Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu” Tayang 21 November 2024

Film “Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu” Tayang 21 November 2024
Salah satu adegan dalam Film “Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu”. (Dok. MVP)
Selasa, 05 November 2024 20:15 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Setelah sukses dengan film “Tuhan Izinkan Aku Berdosa”, MVP Pictures kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu (HITBK). Film bergenre drama ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 21 November 2024, diadaptasi dari buku kumpulan kutipan karya Pidi Baiq dengan judul yang sama.

HITBK disutradarai oleh Kuntz Agus, dengan naskah hasil kolaborasi Titien Wattimena dan Pidi Baiq, serta diproduseri oleh Raam Punjabi. Film ini menghadirkan deretan aktor berbakat, seperti Adinia Wirasti, Ajil Ditto, Hanggini, Shania Gracia JKT48, Faiz Vishal, dan Ciara Nadine Brosnan.

Mengisahkan perjalanan Sadali, pemuda yang pergi menuntut ilmu ke Yogyakarta, namun mendapati dirinya terjebak dalam perjodohan dengan Arnaza, putri sahabat ayahnya. Konflik semakin dalam saat ia bertemu Mera, pemilik galeri seni yang tengah melewati fase sulit setelah perceraian.

Cerita ini berlatar tahun 1998 di Yogyakarta, dengan kisah cinta yang penuh tantangan serta latar belakang seni rupa, sosial, dan politik, menjadikan film ini lebih kompleks dan mendalam.

Kuntz Agus, sang sutradara, mengungkapkan ketertarikannya terhadap kedalaman cerita HITBK yang penuh makna dan penggambaran perasaan yang nyata di tengah latar peristiwa 1998.

“Momen tersebut menjadi latar kuat untuk kisah pencarian jati diri dan cinta antara Sadali, Mera, dan Arnaza,” jelas Kuntz. Ia menyebut bahwa dinamika cinta yang dihadirkan dalam film ini merupakan bentuk cinta yang menantang dan melawan batas zaman.

Sementara itu, Titien Wattimena menyoroti tantangan dalam mengadaptasi kumpulan kutipan menjadi cerita utuh yang fokus.

“Tantangannya adalah mencari benang merah dari keseluruhan kutipan untuk membangun narasi yang tajam dan utuh. Basic story sudah ada dari Pidi Baiq, kemudian dikembangkan bersama tim skenario,” ungkapnya.

Pemilihan aktor untuk HITBK menjadi pertimbangan matang bagi Kuntz Agus. Menurutnya, Adinia Wirasti adalah pilihan tepat sebagai Mera, sosok wanita mandiri yang berusaha bangkit dari masa lalu dan membangun kekuatan emosionalnya.

“Adinia punya kedalaman emosional untuk menghadirkan karakter Mera yang penuh dilema dalam kehidupan cintanya,” kata Kuntz.

Ajil Ditto, pemeran Sadali, mengaku sangat antusias untuk memerankan karakter seniman muda penuh idealisme, terlebih film ini mengambil latar Yogyakarta, yang merupakan kampung halamannya.

“Dari awal baca sinopsis, saya sangat excited karena ini tentang kampung halamanku dan karakter Sadali yang seorang pelukis,” ujar Ajil.

Sementara itu, Hanggini yang berperan sebagai Arnaza, menyebut bahwa karakter ini berbeda dari peran yang pernah ia perankan sebelumnya.

“Aku tertarik karena ini buku hasil karya ayah Pidi, dan karakter Arnaza spesial karena aku belum pernah memerankan karakter perempuan Minang,” jelas Hanggini.

Film "Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu" tidak hanya menawarkan kisah cinta yang unik, namun juga membawa pesan mendalam tentang pencarian jati diri dan penerimaan terhadap masa lalu. Saksikan kisah menyentuh ini di layar lebar mulai 21 November 2024. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, DKI Jakarta
wwwwww