Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Tuntut Plt Bupati Tapsel Netral, Raja-raja Adat Sipirok Protes Jelang Pilkada di Tapsel

Tuntut Plt Bupati Tapsel Netral, Raja-raja Adat Sipirok Protes Jelang Pilkada di Tapsel
Salah seorang Raja Adat Sipirok saat melakukan orasi. (Ist)
Kamis, 14 November 2024 00:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SIPIROK - Raja-raja Adat Sipirok "Haruaya Mardomu Bulung Napa-napa ni Sibual-buali" Kecamatan Sipirok protes keras atas pembegalan demokrasi menjelang Pilkada Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut)  2024.

"Suara rakyat adalah suara Tuhan," Bangun Siregar dalam orasinya dalam aksi demo Raja-raja Adat Sipirok, di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sumut (Tapsel), Rabu (13/11/2024).

Massa demo juga menuntut pelaksana tugas (Plt) Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran untuk netral atau tidak cawe-cawe di Pilkada serentak 27 November 2024.

"Kami juga kesal atas sikap Plt Bupati Tapsel yang dua hari lalu tidak mau menemui menjawab masyarakat adat Tapsel untuk klarifikasi terkait cawe-cawe itu," ungkapnya.

Adriyunus Siregar, salah seorang masyarakat adat Sipirok mengatakan, aksi demo mereka lakukan, dimana Plt Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran diduga tidak netral di Pilkada.

"Dari rekaman audio, kami menduga suara Plt Bupati Tapsel telah cawe-cawe untuk memenangkan salah satu pasangan calon bupati Tapsel. Ini merupakan pembegalan demokrasi," protes Adriyunus.

Kecaman senada juga dari Raja Luat Parau Mangaraja Tenggar, Raja luat Sipirok Sutan Parlindungan Suangkupon, Raja Luat Baringin, Mangaraja Laut. Mereka tidak setuju adanya pembegalan demokrasi.

GoNews.co Peserta aksi protes. (Ist)
Peserta aksi protes. (Ist)

Tokoh-tokoh adat Sipirok bahkan meminta Kementerian Dalam Negeri untuk dapat segera mencopot Rasyid Assaf Dongoran dari jabatan Plt Bupati Tapsel.

"Kami kesal, dua kali beliau (Rasyid-red) tidak mau menemui (aksi) kami. Kami minta Mendagri mencopot jabatannya. Kami tidak mau lagi," tegas Adriyunus lebih jauh.

Usai menyampaikan pendapatnya dengan menggunakan pengeras suara, massa demo yang datang menggunakan bus serta kendaraan lainnya siang itu lalu membubarkan diri.

Sejumlah spanduk bertuliskan " Tolak Begal Demokrasi di Bumi Dalihan Natolu", "Plt Bupati Stop Cawe-cawe", "Jangan Rusak Pesta Demokrasi di Tapsel" warnai aksi demo dengan yang kordinator lapangan Wim Raja Parmuhuman Siregar, dan penanggungjawab Baginda Hasian Siregar.

Aksi demo tokoh-tokoh adat Sipirok di bawah "Haruaya Mardomu Bulung Napa ni Sihual-buali" ini mendapat pengawalan ketat dari sejumlah personel aparat kepolisian Polres Tapsel, dan Satpol PP. ***

wwwwww