Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Gregoria Mariska Tak Menduga ke Final Kumamoto Masters 2024

Gregoria Mariska Tak Menduga ke Final Kumamoto Masters 2024
Gregoria Mariska Tunjung. (PP PBSI)
Sabtu, 16 November 2024 19:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KUMAMOTO – Meski harus berlaga dalam tiga gim yang melelahkan, tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung akhirnya sukses melangkah ke final Turnamen Bulutangkis Kumamoto Masters 2024.

Dalam pertandingan semifinal ajang BWF World Tour Super 500 yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Sabtu (16/11/2024), Gregoria mengalahkan wakil dari Korea Selatan (Korsel) Shim Yu Jin dengan skor 18-21, 21-17, 21-19.

Di pertandingan ini, Gregoria mengaku mendapat tekanan tinggi dari lawannya. Makany, kemenangan ini sebagai poin baginya. “Pertama, kredit saya untuk Sim Yu Jin yang tampil sangat baik di sepanjang turnamen ini. Tadi pun dia berhasil memberikan tekanan yang lebih besar kepada saya dibandingkan pertemuan terakhir di Piala Uber. Saat itu, saya bisa nyaman bermain dan menang dua gim langsung,” katanya.  

Menurut Gregoria, dirinya bisa merasakan Shim Yu Jin sudah mengetahui pola permainannya sejak awal. “Di gim pertama saya kesulitan untuk mengubah arah permainan, lalu di gim kedua sudah mulai bisa menguasai keadaan. Di gim ketiga saya merasa kelelahan, terlihat di reli-reli akurasi saya tidak cukup bagus. Sim Yu Jin juga ada di semangat yang tinggi, tidak menyerah untuk mencoba mengejar ketertinggalan,” jelasnya.

Gregoria tidak menduga bakal mampu menembus ke final. Makanya, dia bersyukur dan senang atas keberhasilan tersebut. “Puji Tuhan, Tuhan masih baik kepada saya, masih memberikan ketenangan di poin terakhir. Dan bisa final, senang sekali. Saya tahu saya akan dapat kartu kuning karena saya sadar saya banyak sekali menunda permainan,” tutupnya. ***

wwwwww