Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Nasional

Brigade Pangan: Peluang Milenial dengan Potensi Gaji Rp 10 Juta per Bulan

Brigade Pangan: Peluang Milenial dengan Potensi Gaji Rp 10 Juta per Bulan
Ilustrasi (net)
Senin, 25 November 2024 05:10 WIB

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian melalui program inovatif bernama Brigade Pangan. Program ini dirancang untuk membuka peluang bagi anak muda mengelola lahan pertanian secara profesional dengan potensi pendapatan hingga Rp10 juta per bulan.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch Arief Cahyono, menjelaskan bahwa penghasilan tersebut berasal dari skema pengelolaan usaha tani yang sudah diperhitungkan secara matang. “Kami telah menyiapkan model bisnis yang memungkinkan petani milenial mencapai pendapatan optimal dengan memanfaatkan lahan secara produktif,” ungkapnya, Sabtu (23/11/2024).

Menurut Arief, setiap brigade terdiri dari 15 anggota yang bertanggung jawab atas pengelolaan lahan seluas 200 hektare selama lima tahun. Dengan produktivitas rata-rata 5 ton per hektare dan harga gabah kering panen (GKP) sekitar Rp6.000 per kilogram, potensi pendapatan kotor brigade dapat mencapai Rp6 miliar.

“Setelah biaya operasional sekitar Rp19 juta per hektare atau total Rp3,8 miliar dipotong, pendapatan bersihnya sebesar Rp2,2 miliar. Keuntungan ini akan dibagi antara anggota brigade dan pemilik lahan sesuai skema bagi hasil,” jelasnya.

Kementan menerapkan pembagian keuntungan 70:30, di mana 70 persen hasil diberikan kepada brigade dan 30 persen kepada pemilik lahan. Sebagian pendapatan brigade juga disisihkan untuk modal tanam berikutnya, memastikan keberlanjutan usaha.

“Jika manajemen berjalan efektif, anggota brigade bisa menghasilkan lebih dari Rp10 juta per bulan. Terlebih jika mampu menanam 2–3 kali dalam setahun,” tutur Arief. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menghibahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp3 miliar untuk membantu kegiatan brigade selama lima tahun.

Program ini juga dilengkapi dengan pendampingan teknis serta benih unggul untuk memaksimalkan hasil produksi. Pemerintah telah memetakan lahan di 12 provinsi yang siap digarap generasi muda, menjadikan program ini salah satu upaya strategis dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Kami ingin anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan. Tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga mengadopsi teknologi tinggi untuk mendukung efisiensi,” ujar Arief.

Pendaftaran program Brigade Pangan bisa dilakukan melalui dinas pertanian di masing-masing daerah. Pemerintah berharap inisiatif ini menjadi magnet bagi milenial untuk berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian nasional.

Dengan peluang penghasilan menarik dan dukungan teknologi, Brigade Pangan diharapkan menjadi solusi modern bagi generasi muda yang ingin sukses di dunia pertanian. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww