Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Kapolri Kirim Dua Jenderal Kawal Penanganan Kasus Penembakan di Sumbar

Kapolri Kirim Dua Jenderal Kawal Penanganan Kasus Penembakan di Sumbar
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo/RMOL
Selasa, 26 November 2024 08:35 WIB

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Irwasum Polri Irjen Dedi Prasetyo dan Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim untuk turun langsung ke Sumatera Barat. Keduanya ditugaskan mengawasi penanganan kasus penembakan yang melibatkan Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, terhadap Kasat Reskrim AKP Ulil Ryanto Anshari.

“Hari ini, Kapolri memerintahkan Kadiv Propam dan Irwasum untuk turun ke Sumbar guna memastikan semua proses penyelidikan dan langkah kepolisian di tingkat Polres maupun Polda berjalan sesuai prosedur,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho kepada media, Senin (25/11/2024).

Penembakan yang terjadi pada Jumat dini hari, 22 November 2024, ini mengejutkan publik. Peluru dari senjata api AKP Dadang mengenai wajah korban, tepatnya di bagian pelipis dan pipi, hingga menyebabkan korban tewas di tempat.

Diduga, motif di balik insiden tersebut terkait aktivitas tambang ilegal di wilayah Solok Selatan. AKP Dadang disebut menjadi pelindung operasi tambang tersebut, yang telah lama meresahkan warga.

Kapolri memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara transparan, tegas, dan tanpa kompromi. Irjen Sandi Nugroho menegaskan bahwa tindakan hukum akan diambil terhadap siapa saja yang terlibat.

“Kapolri telah menegaskan bahwa tindakan tegas akan dilakukan sesuai aturan hukum, baik terkait pidana maupun pelanggaran etik. Kami minta masyarakat bersabar dan memberi waktu kepada penyidik untuk bekerja,” ujar Sandi.

Irwasum Polri Irjen Dedi Prasetyo dan Kadiv Propam Irjen Abdul Karim akan mengawal penyidikan, memastikan prosedur hukum berjalan tanpa hambatan, serta mengevaluasi kinerja aparat kepolisian di wilayah tersebut.

Selain memproses kasus penembakan, Polri juga akan mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam aktivitas tambang ilegal yang menjadi latar belakang konflik.

“Segala bentuk pelanggaran, baik pidana maupun terkait integritas anggota Polri, akan kami tindak tegas,” kata Sandi. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:rmol.id
Kategori:e-Sports, Sumatera Barat
wwwwww